Menanti "Bayi Ajaib" Baru Sepak Bola Indonesia

Bali United, Bhayangkara, dan Madura United siap mencetak sejarah di sepak bola Indonesia.

Diterbitkan 07 November 2017, 18:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ibarat "bayi ajaib", Bali United siap menoreh sejarah sepak bola Indonesia dengan tinta emasnya. Fenomena "bayi ajaib" pernah terjadi di sepak bola Indonesia, pada pertengahan tahun 1990-an.

Ketika itu, Persikota Tangerang, yang baru didirikan pada 1994, langsung melejit ke Divisi Utama Liga Indonesia, tiga tahun kemudian. Sebelumnya, mereka berturut-turut jadi kampiun Divisi Dua dan Satu.

Tak hanya tampil di Liga Indonesia, Persikota ketika itu juga langsung menjelma sebagai tim elite di kompetisi paling elite sepak bola Indonesia.

Ilija Spasojevic bersama Bhayangkara FC layak disebut sebagai tim

Nama Bali United sendiri baru resmi dideklarasikan pada tahun 2015. Nama itu dipilih sebagai identitas baru dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Samarinda (Persisam) dan Putra Samarinda yang boyongan ke Bali.

Namun, dengan manajerial yang bagus, pemilihan materi pemain yang mumpuni, Bali United mampu menjadi kekuatan baru sepak bola Indonesia.

Lilipaly dan Bachdim, yang juga mantan ikon timnas, kini seperti jadi maskot klub yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta itu. Begitu juga dengan Comvalius, yang dengan 35 golnya berhasil mematahkan rekor Peri Sandria sebagai pencetak gol paling subur sepanjang sejarah Liga Indonesia.

Klub Baru

Menariknya, bukan hanya Bali United, dua tim kandidat juara yang disebut di atas juga layak diberikan status "bayi ajaib".

Bhayangkara FC, misalnya, merupakan hasil merger Surabaya United dan PS Polri di tahun 2016. Sedangkan Madura United penggabungan dari Persipasi Bekasi dengan Pelita Bandung Raya. Klub ini juga dideklarasikan tahun 2015.

Namun, identitas baru ternyata sama sekali bukan hambatan bagi mereka untuk berprestasi. Karena sebenarnya, perangkat klub, pengelola, serta materi pemain yang diandalkan merupakan muka-muka lama.

 Madura United punya peluang tak kalah besar jadi kampiun Liga 1. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Ditambah lagi, klub-klub ini juga mendapat pelatih yang tepat. Sebab, seperti Bali United yang dilatih Widodo, Bhayangkara dan MU punya pelatih hebat pada diri Simon McMenemy dan Gomes de Olivera.

Tak heran, untuk sementara, peta kekuatan sepak bola Indonesia pun berubah. Nama-nama seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Persipura Jayapura, dan Arema FC yang punya tradisi sebagi tim juara justru tersingkir ke layer kedua di bawah tiga tim di atas.

Di sisi lain, kita akan menyaksikan seberapa kuat Bali United, Bhayangkara, dan Madura United memperjuangkan mimpi mereka, mencetak sejarah sepak bola Indonesia. (Simak skenario juara Liga 1 di sini...)

Kini, saatnya, kita menanti penguasa baru sepak bola Indonesia, Bali United, Bhayangkara FC, atau Madura United?

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Harley Ikhsan, Reza Deni SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan