5 Pemain Cadangan yang Pantas Masuk Tim Inti di Liga Inggris

Siapa saja mereka?

Diterbitkan 29 Oktober 2017, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini, uang mulai jadi primadona di sepak bola. Alhasil, banyak klub yang mulai menghilangkan fokus kepada pemain muda.

Kini, semakin sulit bagi pesepak bola muda manapun untuk dapatkan tempat di Starting XI. Sebab, klub dan pelatih mereka membutuhkan sesuatu yang instan.

Padahal, si pemain dianggap punya bakat istimewa yang bisa menjadi sesuatu jika diasah. Denis Suarez contohnya . Pemain berusia 23 tahun itu memiliki awal yang bagus untuk musim ini dengan mengemas dua gol dan dua assist.

Jelas, andai dia diberi waktu, bukan tak mungkin, dia bisa jadi pengganti Andres Iniesta.

Nah, selain Denis Suarez, ada lima nama lain yang harusnya menjadi inti dibanding cuma pemain pengganti dikutip Sportskeeda:

Kevin Mirallas (Everton)

Pemain Everton, Kevin Mirallas mencetak satu gol saat Everton mempemalukan Manchester City 4-0 di Goodison Park, Liverpool, Minggu (15/1/2017). (Peter Byrne/PA via AP)

Semuanya tampak cerah bagi Kevin Mirallas di Everton saat menulis kontrak tiga tahun baru yang akan membuatnya tetap bertahan di Goodison Park sampai 2020. Namun, semuanya menjadi suram setelah dia tidak bisa masuk ke starting XI Everton.

Dia sangat kecewa karena sebetulnya sempat menginginkan pindah ke Olympiakos. Setelah gagal pindah, dia mengungkapkan kekecewaannya usai gagal jadi pemain inti di Everton.

"Saya benar-benar ingin bergabung dengan Olympiakos. Saya sangat sedih Everton tidak ingin membiarkan saya pergi Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pendukung Olympiakos atas banyak pesan yang mereka kirim kepada saya," papar dia.

Kini, dengan dipecatnya Ronald Koeman, jelas menjadi kabar bahagia baginya, Mirallas bisa membuktikan performanya lagi dengan pelatih anyar.

Claudio Bravo (Manchester City)

Claudio Bravo (AFP/Oli Scarff)

Claudio Bravo menunjukkan kelasnya melawan Wolverhampton Wanderers di Piala Liga dengan menyelamatkan dua penalti yang krusial. Meskipun hampir pindah, namun ia telah berkali-kali menunjukkan masih pantas untuk bermain di level tertinggi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ederson bukanlah saingan pertama yang dia hadapi dalam kariernya. Setelah berjuang melawan Ter Stegen di Barcelona dan Johnny Herrera di Cile untuk posisi nomor 1, Bravo selalu menjadi lawan yang sulit. Tapi, Pep Guardiola kehilangan kepercayaan pada Bravo setelah penampilan menyedihkan musim lalu. Joe Hart adalah contoh terbaik bagaimana Guardiola memperlakukan pemain yang tidak dia percaya. Dengan tuntutan kiper harus ikut memainkan bola, Guardiola terlihat cukup kejam dalam memilih kiper utamanya.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan