5 Liga Eropa dengan Peringkat Terbaik Satu Dekade Terakhir

Setelah dominasi Inter Milan, Serie A Italia berjuang menata kembali jati dirinya di liga Eropa.

Diterbitkan 30 Agustus 2017, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Serie A

Setelah dominasi Inter Milan, Serie A Italia berjuang menata kembali jati dirinya di Eropa. Kelas berat seperti AC Milan dan Inter gagal merebut kembali keberhasilan masa lalu, sementara Juventus adalah raksasa yang sedang tidur.

Namun, begitu si Nyonya Tua berhasil kembali ke masa lalu, dan tidak pernah berhenti. Klub yang berbasis di Turin  itu membangun stadion sendiri dan tidak lagi terbelenggu dengan Stadio delle Alpi yang lama.

Juventus kini telah memenangkan enam gelar Serie A. Bersama Massimiliano Allegri sebagai pengganti Antonio Conte, mereka juga telah mencapai dua final Liga Champions.

Namun, jatuhnya klub-klub yang berbasis di Milan itu membuat Serie A kehilangan kemilau dan kemewahannya. San Siro, yang pernah menjadi Colosseum di Liga Champions tak lagi bergaung di Eropa.

AS Roma dan Napoli sejak juga cuma jadi penggembira dan acap kesulitan pada kualifikasi Liga Champions. Beberapa tahun yang lalu Serie A mungkin lebih rendah dari daftar ini.

Tapi liga tidak lagi defensif, bahkan cenderung ofensif, tak seperti yang dikenal dahulu. Bahkan, musim 2016/17 ada 1.123 gol tercipta, yang tertinggi ketiga dalam sejarah. Belakangan waktu telah berubah di Italia, dan popularitas liga kembali meningkat, siap mencapai ketinggian tahun 90-an dan 2000an.

Liga Inggris

Satu dekade yang lalu, Liga Inggris adalah kompetisi nomor satu dunia. Empat besar tradisional adalah pemain tetap di babak sistem gugur Liga Champions dan terkadang hanya nasib buruk yang membuat mereka tersingkir.

Namun, kejatuhan Liga Champions sejak terakhir Chelsea menjuarai Liga Champions pada 2012 telah banyak jadi pertanyaan. Karena berbagai alasan, klub Inggris tidak memiliki apa yang diperlukan untuk mencapai final lagi.

Jadwal yang sempit, tidak adanya liburan musim dingin, satu kompetisi terlalu banyak jadi alasan. Rata-rata klub Inggris harus bermain lebih dari 50 pertandingan.

Hal positifnya, ini memudahkan liga dipasarkan secar amahal di Eropa dengan miliaran uang berputar di setiap musim. Apalagi, belakangan top 4 tak bisa diprediksi. Nama-nama seperti Tottenham Hotspurs, Leicester City, menggusur Liverpool, dan Manchester United.

La Liga

La Liga Spanyol mungkin tidak semewah harga pasaran Liga Inggris. Namun, mereka memiliki dua pemain terbaik di dunia, yakni Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi membantu pasarkan nama La Liga ke seantero dunia.

Atletico Madrid juga belakangan sukses menghancurkan duopoli Madrid dan Barca dengan gelar juara, Sementara Sevilla memenangkan tiga gelar Liga Europa berturut-turut dari 2014 hingga 2016.

Tidak ada liga yang melihat lebih banyak tim mencapai babak sistem gugur kompetisi Eropa, sebanyak La Liga. Dengan Piala Super dan Piala Dunia Antar-Klub juga pergi ke klub Spanyol, mereka adalah yang paling sukses di Eropa saat ini.

Empat gelar terakhir Liga Champions telah singgah ke klub Spanyol (tiga ke Real Madrid dan satu lagi ke Barcelona yang memenangkan treble). Barcelona sendiri memenangkan empat gelar dalam rentang satu dekade.

Selain itu La Liga merupakan tempat untuk para pemain sepak bola yang sangat kreatif. Peralihan posisi, pergerakan, passing yang cerdas merupakan tontonan menarik di sana. (I. Eka Setiawan)

Simak video menarik berikut ini:

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan