5 Alasan Zidane Menciptakan Hal Istimewa di Real Madrid

Zidane telah memberikan tujuh trofi juara untuk Real Madrid dalam waktu 19 bulan sejak dipercaya menjadi pelatih.

Diterbitkan 19 Agustus 2017, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Madrid - Setelah bertahun-tahun di bawah bayangan Barcelona, Real Madrid kini mulai bangkit bersama Zinedine Zidane. Ditunjuk sejak Januari 2015 menggantikan Rafael Benitez, Zidane telah memenangkan tujuh gelar dalam 19 bulan terakhir.

Trofi juara yang baru dimenangkan Zidane bersama Real Madrid adalah Piala Super Spanyol. Los Blancos menumbangkan rival abadinya, Barcelona, dengan agregat 5-1 dari dua pertemuan.

Zidane kini menjadi pelatih ketiga Real Madrid yang paling sukses sepanjang masa. Dia berada di belakang Luis Molowny dan legenda Miguel Munoz.

Mantan maestro lini tengah ini menciptakan sesuatu yang sangat luar bisa di Real Madrid. Berikut 5 alasan mengapa Zidane menciptakan hal istimewa di Santiago Bernabeu seperti dinukil dari Sportskeeda:

Saksikan video menarik berikut ini:

 

5. Rasa Ikatan Keluarga

Ruang ganti menjadi hal yang selalu sulit dikendalikan oleh pelatih manapun yang menangani Real Madrid. Hal ini dirasakan Jose Mourinho dan Rafael Benitez. Hal itu terjadi karena Madrid bermaterikan pemain bintang.

Namun, situasi itu dapat dikendalikan Zinedine Zidane. Pelatih asal Prancis itu mengandalkan ikatan keluarga sehingga para pemain rela berjibaku satu sama lain. Apalagi, Zidane memberikan kepercayaan penuh pada mereka.

Misalnya, banyak fans Madrid yang ingin Gareth Bale dan Karim Benzema dijual pada bursa transfer musim panas ini. Tapi, Zidane tetap menjaga kepercayaan kepada kedua pemain tersebut.

Alhasil, Karim Benzema tak hanya mencetak gol di leg kedua Piala Super Spanyol kontra Barcelona, Jumat (18/8/2017), tapi juga memberikan salah satu penampilan terbaiknya bersama Madrid.

4. Kebijakan Rotasi

Kebijakan rotasi pemain tidak mudah untuk dilakukan. Bahkan, saat Barcelona dilatih oleh Pep Guardiola, jarang sekali rotasi dilakukan pelatih 46 tahun itu. Ia tetap mengandalkan skuat andalan sehingga banyak pemain yang tak bahagia karena sering jadi pemanis baku candangan.

Hal in berbeda dengan Zinedine Zidane. Ia dengan berani merotasi skuatnya, tak terkecuali kebijakan tersebut berlaku untuk pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale.

Kebijakan Zidane itu membuahkan hasil positif. Ronaldo, yang mendapatkan waku istirahat, mampu tampil gemilang di musim lalu untuk membantu Real Madrid meraih gejar La Liga Spanyol dan mempertahankan trofi Liga Champions.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Bahkan, pada leg kedua Piala Super Spanyol kontra Barcelona di Santiago Bernabeu, Jumat (18/8/2017), di mengistirahatkan Isco, Bale, dan Casemiro yang dalam kondisi fit. Sementara Ronaldo tidak dimainkan karena terkena sanksi lima pertandingan. Sebagai gantinya, Zidane mengandalkan Lucas Vazquez, Marco Asensio, dan Mateo Kovacic. Hasilnya, ketiga pemain ini tampil luar biasa dan Madrid pun menang 2-0.

Halaman
Show All
Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan