5 Alasan Zidane Menciptakan Hal Istimewa di Real Madrid

Zidane telah memberikan tujuh trofi juara untuk Real Madrid dalam waktu 19 bulan sejak dipercaya menjadi pelatih.

Diterbitkan 19 Agustus 2017, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bahkan, pada leg kedua Piala Super Spanyol kontra Barcelona di Santiago Bernabeu, Jumat (18/8/2017), di mengistirahatkan Isco, Bale, dan Casemiro yang dalam kondisi fit. Sementara Ronaldo tidak dimainkan karena terkena sanksi lima pertandingan.

Sebagai gantinya, Zidane mengandalkan Lucas Vazquez, Marco Asensio, dan Mateo Kovacic. Hasilnya, ketiga pemain ini tampil luar biasa dan Madrid pun menang 2-0.

3. Variasi Taktik

Gareth Bale lebih banyak menepi saat Real Madrid mengarungi musim 2016-17. Situasi ini membuat pelatih Zinedine Zidane harus putar otak untuk menutupi celah yang ditinggalkan pemain sayap Timnas Wales itu.

Zidane lalu mengandalkan Isco menyusul absennya Bale. Dia mengubah skema 4-3-3 menjadi 4-3-1-2 dengan menempatkan Isco di belakang dua striker. Hasilnya, Isco menjalankan tugasnya itu dengan baik.

Saat menjamu Barcelona pada leg kedua Piala Super Spanyol, Zidane kembali ke skema 4-3-3 setelah menggunakan 4-3-1-2 di pertemuan pertam. Perubahan taktik ini mengejutkan Barcelona karena Los Blancos benar-benar mendominasi dengan lima pemain di lini tengah saat tak menyerang.

2. Rekrut Pemain

Real Madrid mulai mengubah kebijakannya dalam mendatangkan pemain baru. Jika sebelumnya Los Blancos selalu merekrut pemain-pemain bintang, seperti Gareth Bale, Toni Kroos, hingga James Rodriguez. Kini, hal itu coba dikurangi Madrid.

Saat ini, pendekatan klub di bursa transfer adalah mendatangkan pemain yang dapat memainkan peran besar di masa depan. Namun, mereka juga harus bersedia menerima peran sebagai penghuni bangku cadangan sementara.

Pemain-pemain seperti Marco Asensio, Dani Ceballos, Theo Hernandez, dan Jesus Vallejomewakili ideologi baru Madrid. Bahkan, Isco dan Mateo Kovacic adalah pemain penting yang telah membantu klub tersebut meski juga menjadi penghuni bangku cadangan.

1. Warisan

Dipercaya menggantikan Rafael Benitez sebagai pelatih sejak Januari 2015, Zinedine Zidane telah menyumbangkan tujuh trofi juara untuk Real Madrid. Ketujuh trofi juara itu dimenangkannya dalam waktu 19 bulan.

Ketujuh trofi tersebut adalah La Liga Spanyol, Liga Champions (2), Piala Super Eropa (2), Piala Super Spanyol, dan Piala Dunia Antarklub. Untuk Liga Champions, Zidane mencatatkan dirinya sebagai pelatih pertama yang dua kali beruntun memenangkan trofi bergengsi tersebut.

Banyak orang berdepat apakah Zidane pelatih terbaik Real Madrid sepanjang masa. Meski hal tersebut terlalu prematur untuk diperdebatkan, tidak bisa dipungkiri prestasi yang ditorehkan pria asal Pranfis itu bersama Real Madrid akan menjadi warisan yang membanggakan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan