5 Pesepak Bola Hebat yang Gagal Jadi Pelatih

Pesepak bola ini hebat saat masih menjadi pemain, tapi gagal total jadi pelatih.

Diterbitkan 01 Agustus 2017, 19:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Paul Gascoigne

Diperdebatkan sebagai pemain paling berbakat yang pernah diproduksi Inggris, Paul 'Gazza' Gascoigne adalah salah satu yang terbaik. Namun harus diakui, perilakunya yang acap indisipliner menunjukkan bahwa dia tidak akan pernah menjadi manajer hebat.

Dalam sebuah langkah yang sangat aneh, Gazza, sapaan akrab Gascoigne, memulai karier kepelatihannya di Tiongkok sebelum pindah kembali ke Inggris untuk memimpin Boston United pada musim panas 2004.

Waktunya di sana berlangsung hanya sebelas pertandingan sebelum dia mengundurkan diri karena alasan yang aneh.  Dia ingin tampil pada acara TV I'm A Celebrity, Get Me Out Of Here!

Setelah beberapa saat keluar dari sepak bola, Gazza muncul kembali pada akhir 2005 untuk mengambil alih posisi sebagai manajer klub non-liga Kettering United. Langkah tersebut berantakan, karena Gascoigne bertahan hanya 39 hari sebelum dipecat.

Pemecatan itu lagi-lagi lantaran hal non-teknis. Dia bermasalah dengan kebiasaan meminum alkohok, termasuk insiden yang membuat dia tersandung dari bus tim dalam keadaan mabuk.

2. Gary Neville

Mungkin sulit untuk menilai seorang manajer dalam satu kesempatan singkat. Namun, hal itu sudah jelas tergambar bagaimana Gary Neville pimpin klub La Liga Valencia. Lagi pula dia juga tak terlalu bagus sebagai asisten pelatih di bawah Roy Hodgson bersama Inggris.

Neville merupakan salah satu dari bek terbaik di Inggris. Tapi, dia bukanlah manajer yang luar biasa. Langkah Neville ke Valencia adalah hal yang aneh. Hal ini mengingat dia tidak dapat berbicara bahasa Spanyol dengan lancar dan tak memiliki pengalaman pelatih di luar pekerjaannya dengan Hodgson dan Inggris.

Alhasil, dia memulai awal yang buruk. Neville harus menerima kekalahan perdananya di Valencia pada laga debutnya saat melawan Lyon. Hal ini membuat Valencia tersingkir dari Liga Champions. Bencana lain mengikuti,  seperti kekalahan 0-7 dari Barcelona di Copa del Rey pada Februari 2016.

Bersama Neville, mereka jua menjalani delapan pertandingan tanpa kemenangan di La Liga. Tekanan membuatnya mengundurkan diri, tapi Valencia menahannya. Namun, dia akhirnya dipecat pada Maret 2016 setelah tak jua mampu menunjukkan performa positif.

1. Alan Shearer

Alan Shearer merupaka striker terbesar dalam sepak bola INggris. Dia masih memegang rekor sebagai top skorer sepanjang masa. Namun, sebagai pelatih, dia sangat buruk.

Setelah pensiun pada tahun 2006 ada banyak rumor yang menunjukkan bahwa Shearer sedang menuju ke karier kepelatihan. Namun tidak ada yang terbukti benar sampai April 2009.

Manajer Newcastle Joe Kinnear sakit karena masalah jantung, dan Shearer secara mengejutkan ditunjuk sebagai penggantinya. Dia mengambil tugas untuk delapan pertandingan terakhir musim dan punya misi menyelamatkan Newcastle dari kemungkinan degradasi.

Sayangnya bagi penggemar Magpies, Shearer tidak hanya gagal menyelamatkan mereka, tapi dia gagal total. Pertandingan pertamanya dimulai dengan buruk, yakni kekalahan 0-2 dari Chelsea. Meski menang 3-1 atas rival Middlesbrough, itu tidak benar-benar menjadi jauh lebih baik.

Pada hari terakhir musim ini Newcastle dikalahkan 0-1 oleh Aston Villa, dan mengalami degradasi yang menyakitkan. Sejak ditunjuk sebagai bos Magpies, Shearer menghasilkan hanya lima poin dari 24 kemugkinan, salah satu terburuk dala sejarah Newcastle dan Premier League.

Dengan musim 2008/09 selesai, tidak mengejutkan siapa pun saat Shearer tidak diberi kontrak permanen. Dia kemudian kembali ke pekerjaannya sebagai pundi di televisi.

I. Eka Setiawan

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan