5 Alasan Mengapa Real Madrid Menakutkan di Satu Dekade Terakhir

Real Madrid meraup banyak gelar berkat keputusan brilian.

Diterbitkan 04 Juli 2017, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada saat ia menyelesaikan musim ketiganya, kebanyakan penggemar ingin melihat dia dipecat dari Madrid. Begitulah tekanan dari para penggemar yang buat Perez terpaksa memecat manajer Manchester United itu.

Dia adalah satu-satunya pelatih dalam sejarah modern Madrid yang menikmati begitu banyak kebebasan dan kepercayaan presiden, meski tidak memenangkan banyak gelar. Namun, karena sebagian besar pemain senior enggan bekerja dengannya, Perez akhirnya memecat Mourinho.

Percaya Zidane

Nama Carlo Ancelotti seharusnya ada dalam daftar ini. Pasalnya, dialah orang yang membawa gelar juara Liga Champions ke-10 bagi Madrid. Setelah menunggu bertahun-tahun, La Decima akhirnya mereka raih pada 2014.

Akan tetapi, di balik Ancelotti, ada nama Zidane. Sosok Prancis itu adalah komponen kunci dalam sesi pelatihan. Dia juga membantu Ancelotti menciptakan rasa harmonis di ruang ganti.

Bersama Zidane, Ancelotti memenangi dua gelar utama. Namun, ketika Zidane digeser untuk melatih tim muda, Ancelotti seperti kehilangan arah. Dia pun akhirnya dipecat pada 2015.

Zinedine Zidane. (Reuters/Sergio Perez)

Setelah eksperimen Rafa Benitez gagal, Perez mempromosikan legenda Prancis itu sebagai pelatih tim pertama. Gelar Liga Champions (2), La Liga, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub dipersembahkan pelatih berkepala plontos itu.

Padahal, dia baru bekerja selama 19 bulan di Madrid. Zidane telah menunjukkan yang sebenarnya dibutuhkan Real Madrid adalah pelatih yang memahami para pemain dan menyeimbangkan ego di ruang ganti.

Perubahan Kebijakan Transfer

Sudah sejak lama Los Blancos dikenal sebagai klub yang gemar mengeluarkan uang besar demi seorang pemain. Setelah membeli Ronaldo tahun 2009, Perez sekali lagi memecahkan rekor pada tahun 2013 dengan mendatangkan Gareth Bale.

Setelah itu, Perez malah berubah drastis. Tahun berikutnya, pemain klub yang paling penting, Angel di Maria, dijual untuk mendatangkan seorang James Rodriguez.

Menurut beberapa anggota klub internal, Perez telah menyadari bahwa mengeluarkan uang besar bukan pilihan yang bagus. Mereka mulai berpikir untuk mendatangkan pemain muda yang punya prospek panjang.

Marco Asensio. (AP Photo/Alvaro Barrientos)

Ada pergeseran dalam kebijakan transfer. Sebab, dengan membeli ketika muda, Real Madrid tidak perlu membayar mahal begitu si pemain menjadi bintang. Jesus Vallejo, Marco Asensio, Isco Alarcon, dan Theo Hernandez adalah bukti perubahan transfer ini. (I. Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Harley Ikhsan, Reza Deni SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Real Madrid adalah klub besar sepak bola asal Spanyol yang bermain dalam La Liga
    Real Madrid adalah klub besar sepak bola asal Spanyol yang bermain dalam La Liga
    Real Madrid
  • Zinedine Zidane merupakan eks pemain sekaligus legenda Real Madrid yang kini menjajaki karier sebagai seorang pelatih Los Blancos
    Zinedine Zidane merupakan eks pemain sekaligus legenda Real Madrid yang kini menjajaki karier sebagai seorang pelatih Los Blancos
    Zinedine Zidane
  • Cristiano Ronaldo merupakan pemain sepak bola asal Portugal. Ronaldo kini bergabung dengan tim Real Madrid.
    Cristiano Ronaldo merupakan pemain sepak bola asal Portugal. Ronaldo kini bergabung dengan tim Real Madrid.
    Cristiano Ronaldo