KOLOM: Menjaga Cinta Bobotoh untuk Persib

Bobotoh menunjukkan rasa cinta berlebihan kepada Persib, tapi terkadang tidak di tempatnya.

Diterbitkan 09 Juni 2017, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketika harapan tak sesuai kenyataan, saat itulah timbul kekecewaan. Bila terus berulang dan berlanjut, kekecewaan itu tentulah kian menggunung dan pada suatu saat bisa meledak begitu saja.

Ledakan kekecewaan itulah yang terjadi di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (4/6). Begitu gawang M. Nathsir kebobolan untuk kali kedua oleh Bhayangkara FC lewat Ilham Udin Armaiyn, sejumlah pendukung Persib atau akrab disapa bobotoh masuk ke lapangan. Gara-gara itu, pertandingan terhenti sekitar sepuluh menit.

Invasi lapangan itu tak terlepas dari performa Persib yang jauh di bawah ekspektasi. Memang benar, Pangeran Biru membuka musim dengan tujuh laga tanpa kekalahan. Namun, itu bukan berarti mereka digdaya. Ada sejumlah hasil seri di sana. Ada pula kemenangan berbau keberuntungan lewat gol pada menit akhir. Dua kekalahan beruntun dari Bali United dan Bhayangkara FC menegaskan hal tersebut. Kini Persib tak pernah menang dalam empat laga beruntun.

Bukan hanya soal hasil, permainan Atep cs. pun mengecewakan. Mereka seolah tak punya kreativitas di lapangan, hanya mapay gawir alias menyerang dari sayap dengan mengandalkan kecepatan kedua winger. Itu pun kerap kali hanya berujung kesia-siaan.

Suporter tim Maung Bandung membentangkan spanduk usai menyaksikan laga Bhayangkara FC melawan Persib di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (4/6). Persib kalah 0-2 dari Bhayangkara FC. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bagi siapa pun yang mengaku bobotoh, kenyataan itu sangat menyesakkan. Persib bukan hanya memiliki winger oke. Di skuat tim asuhan Djadjang Nurdjaman juga ada gelandang-gelandang tengah bagus. Lalu, hal yang tak kalah mengherankan, Michael Essien yang berstatus marquee player baru dua kali tampil sebagai starter.

Tak pelak, kekecewaan pun membuncah. Kemarahan terarah langsung kepada Coach Djanur yang dianggap tidak becus mengelola tim dengan baik. Usai kekalahan di Stadion Patriot itu, tagar #DjanurOut mulai bergema. Sebuah tuntutan biasa dari fans ketika klub kesayangannya menukik. Pelatih memang sasaran terempuk saat klub terpuruk.

Di Persib, sejak berpuluh tahun lalu, sebenarnya tuntutan bobotoh tak pernah berubah. Mereka ingin Persib menang, bermain cantik, dan para pemain tampil sepenuh hati. Soal main cantik dan sepenuh hati adalah hal mutlak. Dalam bahasa Indra Thohir, pelatih yang membawa Persib juara Liga Indonesia I, bagi para bobotoh, menang saja tidak cukup. Menang tapi tak bermain cantik, para pemain dan pelatih tetap harus siap dikritik. Bisa dibayangkanlah bagaimana bila Persib kalah, bermain buruk, dan para pemain tampil seolah tanpa hati seperti dalam laga di Stadion Patriot lalu.

Suporter tim Maung Bandung menyalakan suar saat menyaksikan laga Bhayangkara FC melawan Persib di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (4/6). Persib kalah 0-2 dari Bhayangkara FC. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tak jelas betul apa gerangan yang disampaikan para penerobos lapangan itu kepada para penggawa Persib. Melihat reaksi Atep dkk., mungkin ada kata-kata kasar. Namun, menurut Kim Jeffrey Kurniawan,[ bobotoh](2887565 "") hanya meminta para pemain tampil dengan hati dan menghargai pengorbanan mereka yang rela datang dari jauh demi mendukung Persib. Kim mengatakan, aksi mereka adalah wujud rasa cinta.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan