5 Alasan Mengapa Rekor Paul Pogba Takkan Pecah

Banyak yang memprediksi kalau Pogba bukan rekor transfer terakhir MU.

Diterbitkan 10 Mei 2017, 06:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pemain hebat, tapi tidak satupun dari mereka benar-benar masuk kategori 'Galactico' seperti nama-nama pemecah rekor. Mereka lebih sesuai dengan pemain besar Madrid seperti David Beckham, Michael Owen, Toni Kroos dan James Rodriguez.

Jika Neymar atau Luis Suarez yang datang, maka mungkin Real Madrid  akan memecahkan rekor tersebut. Tapi meski tidak ada Galacticos yang datang, maka Madrid sepertinya tidak akan memecahkan rekor.

3. Klub Waspada Usai Transfer Pogba

Memang tak adil menilai pemain hanya satu musim. seperti Pogba terutama karena usianya baru 24 tahun. Namun, adil untuk mengatakan pada tahap ini Pogba belum bisa buktikan biaya transfer mahalnya itu.

Bahkan, dia kalah tenar dengan transfer bebas, Zlatan Ibrahimovic. Dengan catatan cuma meraih tujuh gol dan empat assists bersama MU di semua kompetisi, Pogba seperti gagal membuktikan diri.

Bandingkan saja dengan musim pertama Gareth Bale saat pecahkan rekor transfer. Selama semusim, dia berhasil meraih 21 gol dan 16 assists untuk El Real. Ini yang mungkin bikin klub agak tak mau ambil risiko dengan uangnya.

2. Beban Pemain Mahal

Berstatus pemain mahal, tentu ada beban yang besar. Nama-nama seperti Kylian Mbappe, Antoine Griezmann dan Dele Alli memang potensial memecahkan rekor, tapi mereka takut dengan beban yang begitu besar.

Setelah melihat perjuangan Pogba musim ini, siapa yang bisa mengatakan bahwa pemain seperti Alli atau Mbappe ingin pindah ke salah satu raksasa Eropa? Akan sangat berisiko. Bukan cuma untuk klub, tetapi bagi kariernya sendiri.

Apalagi, mereka adalah pemain yang tergolong cukup muda. Ditekan sedikit, mental mereka tentu akan drop. Harus berpikir ulang memang meski digoda dengan uang yang besar.

1. Pemain Top di Bursa Transfer

Bagian dari alasan Juventus berani memasang harga mengerikan seperti musim lalu untuk Pogba adalah bahwa mereka mungkin adalah klub terbesar dan terkuat di Italia. Hal yang sama bisa dikaitkan saat United menjual Ronaldo ke Real Madrid pada 2009.

Potensi besar pemain yang menarik minat klub top, seperti Mbappe dan Griezmann tidak bermain untuk raksasa Eropa yang hebat. Monaco memang berpeluang juara Ligue 1, tapi tidak memiliki pengaruh yang sama dengan Liga Inggris atau La Liga. Atletico Madrid sendiri sangat sukses di La Liga, tapi dalam hal keuangan jauh di belakang dua raksasa Spanyol Real dan Barcelona.

Ini berarti bahwa untuk menggoda salah satu pemain tersebut, sebuah klub pembeli seperti Real Madrid atau Man United mungkin tidak perlu keluar uang banyak. Mungkin biaya yang jauh lebih sedikit dari 89 juta pounds akan cukup untuk menggoda Monaco atau Atletico untuk menjual  Mbappe atau Griezmann. (I. Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya. MU bermain di Premier League.
    Manchester United
  • Paul Pogba kini menyandang status sebagai Pemain Termahal di Dunia setelah dibeli Manchester United dengan harga 105 juta Euro.
    Paul Pogba kini menyandang status sebagai Pemain Termahal di Dunia setelah dibeli Manchester United dengan harga 105 juta Euro.
    Paul Pogba
  • pogba