Rekor Sriwijaya Dicoreng Kapolda

Catatan kelam dalam persepakbolaan nasional. Diwarnai intervensi Kapolda Jateng, Sriwijaya mencetak hat-trick juara Piala Indonesia setelah di final mengandaskan Arema Malang 2-1 (0-0).

Diterbitkan 01 Agustus 2010, 23:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
enilai performa Jimmy yang mengeluarkan kartu merah berpotensi menyulut kemarahan fans Singo Edan. “Pimpinlah pertandingan sebaik-baiknya supaya tidak ada kerusuhan di penghujung pertandingan,”  ujar Alex Bambang.

Pernyataan Kapolda itu menyulut adanya isu juara bersama. Spekulasi yang kian mengental setelah tak ada kepastian kapan babak kedua digelar. Kurang lebih sejam pertandingan terhenti. Sementara itu, pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan yang timnya unggul dalam jumlah pemain justru menginginkan agar pertandingan segera dilanjutkan tanpa mempedulikan siapapun wasitnya. Usai tarik-menarik kepentingan pertandingan pun kembali dilanjutkan dan Jimmy diputuskan tetap memimpin pertandingan.

Laga pun kembali dilanjutkan dengan Sriwijya masih tetap mendominasi jalannya permainan. Pada menit ke 47, gol yang ditunggu-tunggu oleh Sriwijaya akhirnya tercipta. Umpan hasil tendangan sudut disambut sundulan Keith Kayamba Gumbs yang lepas dari pengawalan bek Arema. Bola tak mampu dijangkau kiper Kurnia Mega. Skor 1-0 untuk Sriwijaya.

Sembilan menit kemudian Sriwijaya kembali mengancam. Pada menit 56, Solomin melancarkan tendangan keras dari jarak jauh langsung ke arah gawang yang tipis melebar di samping kiri gawang Hendro Kartiko. Di menit ke 66, memanfaatkan posisi Kurnia Mega yang jauh meninggalkan posnya, tendangan jarak jauh dari garis tengah lapangan yang dilakukan pemain Sriwijaya sempat membahayakan gawang Arema. Untungnya Kurnia dengan segera kembali ke posisinya dan menepis bola yang hampir pasti masuk ke gawang.

Arema yang tetap tampil semangat mampu menyamakan kedudukan di menit ke-71 lewat Muhammad Ridwan memanfaatkan kemelut yang terjadi di depan gawang Hendro. Bermula dari umpan dari sayap kanan yang dilepaskan oleh pemain Arema gagal diantisipasi oleh para pemain bertahan Sriwijaya. Dengan mudah Ridwan menceploskannya ke dalam gawang. Skor 1-1. Namun, skor imbang ini tak bertahan lama. Tujuh menit kemudian Sriwijaya kembali unggul 2-1 lewat sepakan keras striker Pavel Solomin. Memanfaatkan umpan sundulan dari rekannya, Solomin lepas dari jebakan off-side dan tendangan kerasnya yang terukur menjebol gawang Kurnia Mega.

Gol ini sempat memicu protes dari sejumlah pemain Arema yang menuding para pemain Sriwijaya telah lebih dulu berdiri dalam posisi off-side. Akibatnya, wasit Jimmy mengeluarkan kartu kuning untuk kiper Kurnia Mega yang melancarkan protes terlalu keras kepada hakim garis. Di sisa waktu Arema mencoba melancarkan serangan sporadis ke gawang Hendro Kartiko. Usaha yang sia-sia. Sampai peluit akhir berbunyi, skor 2-1 untuk Sriwijaya tetap tak berubah.(CHR)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Tim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan