4 Kapten di Serie A yang Akhirnya Hengkang ke Klub Lain

Ada beberapa kapten top di Serie A yang akhirnya terpaksa pindah klub.

Diterbitkan 03 Maret 2017, 08:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, berbeda dengan Del Piero, Nesta hengkang karena terpaksa. Waktu itu Lazio mengalami kebangkrutan dan akhirnya terpaksa menjual Nesta ke Milan seharga 30,5 juta euro pada tahun 2002.

Pun demikian, para fans Lazio menjadi membencinya dan menganggap Nesta sebagai pengkhianat. Selanjutnya, setelah sepuluh tahun bermain untuk Milan, Nesta hijrah ke MLS, bergabung dengan Montreal Impact.

3. Fabio Cannavaro

3. Fabio Cannavaro

Di antara semua klub yang pernah dibela oleh Fabio Cannavaro, Parma adalah yang paling lama. Ia membela Parma selama tujuh tahun (1995-2002) dan pernah menjadi kapten di tim berjuluk Gialloblu tersebut.

Dengan usia yang masih belum terlalu tua, Cannavaro kemudian hengkang dan bermain untuk Inter Milan, Juventus, Real Madrid, dan Al-Ahli, masing-masing tak lebih dari tiga tahun.

Selepas pensiun, Cannavaro aktif sebagai pelatih di Asia. Sekarang, mantan kapten timnas Italia yang pernah membawa Gli Azzuri juara Piala Dunia 2006 itu menjadi pelatih di klub Liga Super Tiongkok, Tianjin Quanjian. Sejumlah pemain besar dari Eropa coba didatangkannya.

4. Gabriel Batistuta

4. Gabriel Batistuta

Meski pernah meraih Scudetto dengan AS Roma, dan sempat menjadi pemain Inter Milan, nama Batistuta tetap melekat sebagai legenda Fiorentina sampai sekarang.

Tentu saja bukan tanpa alasan. Sembilan tahun (1991-2000) Batistuta membela La Viola dan menjadi kapten pula. Selama rentang waktu itu, total Batigol mencetak 191 gol dalam 309 pertandingan. Kepindahannya ke AS Roma pada tahun 2000 cukup emosional waktu itu. Ia sampai menangis saat angkat kaki dari Firenze.

Batistuta akhirnya memang sukses merasakan gelar Scudetto bersama AS Roma pada tahun 2001. (Abul Muamar)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan