Ketika Pemain 19 Tahun jadi Pembeda bagi AC Milan

Ruben Amorim memuji Alphadjo Cisse setelah AC Milan menang 2-1 atas Torino pada pekan pertama Serie A 2026-27

Diterbitkan 24 Agustus 2026, 12:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan mengawali Serie A 2026-27 dengan kemenangan 2-1 atas Torino di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Alphadjo Cisse menjadi salah satu sosok penting setelah mencetak gol pembuka Rossoneri dalam laga debut kompetitifnya.

Cisse mencetak gol pada menit ke-64 setelah menerima umpan Adrien Rabiot. Tiga menit kemudian, giliran Rabiot yang mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa Milan unggul 2-0.

Kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah karena Milan membutuhkan waktu untuk menemukan ritme permainan. Kehadiran Rabiot dan Luka Modric dari bangku cadangan kemudian membuat permainan Rossoneri lebih agresif dan mampu memberikan tekanan kepada Torino.

Torino sempat memperkecil ketertinggalan melalui tendangan voli akrobatik Che Adams pada menit ke-90+3. Namun, gol tersebut datang terlambat sehingga Milan tetap membawa pulang tiga poin dari markas Torino.

Terpukau dengan Kematangan Alphadjo Cisse

Ruben Amorim sebelumnya telah menyampaikan ketertarikannya terhadap kemampuan Cisse. Kepercayaan tersebut dibayar pemain berusia 19 tahun itu dengan penampilan yang dinilai menunjukkan kualitas lebih dari sekadar gol debutnya.

"Bukan hanya soal golnya, tetapi kualitas yang ditunjukkan Cisse sepanjang pertandingan," jelas Amorim kepada DAZN Italia.

Pelatih asal Portugal itu bahkan menilai Cisse tampil seperti pemain berpengalaman ketika pertandingan baru memasuki babak pertama. Cara sang pemain membawa bola dan membantu mengembangkan serangan menjadi salah satu aspek yang membuat Amorim terkesan.

"Di babak pertama, dia bermain layaknya pemain paling berpengalaman di tim kami, terutama caranya membawa permainan ke depan," sambungnya.

Amorim Soroti Kondisi Fisik dan Persiapan Milan

Di balik kemenangan tersebut, Amorim menyadari masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Milan. Permainan Rossoneri mengalami penurunan pada fase akhir pertandingan, terutama setelah Torino meningkatkan tekanan untuk mencari gol balasan.

"Saya rasa kita melihat satu wajah tim selama 75 menit pertama, lalu wajah yang berbeda di akhir laga; kami mengalami kendala fisik. Untuk bisa melakukan pressing sesuai keinginan kami selama 90 menit penuh, kami sebenarnya membutuhkan lebih banyak pertandingan pramusim," ucap Amorim.

Kondisi fisik menjadi perhatian karena Milan menjalani pramusim dengan sejumlah pemain yang baru bergabung atau belum berada dalam kondisi optimal. Amorim menilai proses membangun tim masih berjalan dan membutuhkan latihan konsisten sepanjang pekan.

"Kami sedang mengembangkan kemampuan beberapa pemain; banyak pemain yang baru menjalani pramusim saat ini, namun kami akan terus bekerja keras membenahi tim sepanjang pekan ini," tegasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Liverpool Mulai Melirik Striker Brasil Milik Real Madrid

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan