5 Alasan Fans Sepak Bola Benci Real Madrid

Ketika sebuah tim, seperti Real Madrid, banyak memenangkan trofi, kecemburuan pasti datang.

Diterbitkan 26 Januari 2017, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pemain Kotor

Fans sering melihat adegan yang kurang terpuji dalam pertandingan Madrid. Gravesen, Guti, Emerson, Fernando Hierro, Míchel Salgado, Pablo García, dan Manolo Sanchis, adalah bagian sejarah Madrid yang dikenal sebagai pemain terkotor.

Bahkan, penggemar sepak bola di seluruh dunia membenci pemain tersebut, yang pada gilirannya membenci klub. Hal ini diperdebatkan apakah klub memiliki afinitas untuk jenis pemain atau apakah pemain akan berubah perilakunya setelah bergabung dengan mereka.

Pemain ini bertempur di lapangan sepak bola dengan cara kurang terpuji. Mereka tidak berpikir dua kali apakah bisa beralih ke gaya permainan lain untuk memenangkan pertandingan. Pepe, Sergio Ramos, Marcelo, dan Cristiano Ronaldo dikenal juga, karena perilaku 'nakal 'mereka di lapangan.


Cristiano Ronaldo

Ronaldo adalah salah satu alasan utama mengapa orang membenci klub. Memang tidak ada yang membantah opini bahwa superstar asal Portugal ini, sangat brilian di lapangan, piawai melalui pertahanan lawan, mencetak gol, mencetak assist. Tapi, kesombongannya sering membuat kesal penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Namun, semua kebencian itu tampaknya tidak mempengaruhi sama sekali kebiasaannya tersebut. Ronaldo, pada kenyataannya, terus mencetak gol dan memenangkan pertandingan untuk Madrid.

Tak dipungkiri saat ini Ronaldo adalah jimat bagi klub. Namun, para pengkritiknya kerap jengkel, lantaran Ronaldo kerap egois dalam urusan mencetak gol, atau selebrasi berlebihan seolah-olah ia telah memenangkan Piala Dunia.

Hal ini jelas bahwa kehadiran superstar di tim adalah alasan utama untuk semua kebencian dalam beberapa tahun terakhir, terutama dari penggemar Lionel Messi.

Florentino Perez

Florentino Perez saat ini menjalani masa jabatan kedua sebagai Presiden Real Madrid. Ia secara luas dianggap sebagai tokoh olah raga.

Banyak yang mencintainya tapi juga sekaligus benci dia, terutama dari para penggemar sepak bola netral.

Kebanyakan klub melakukan transfer untuk melengkapi skuat dan mendongkrak prestasi. Tapi, tidak buat Madrid. Bahkan, mereka selalu membuang banyak uang untuk membeli pemain berkualitas dalam upaya mereka meraih piala.

Sekarang, dengan buku cek yang terbuka, ternyata tidak akan menjamin kesuksesan. Kebiasaan Madrid menjual pemain favorit dan membawa "darah baru" selalu membuat marah fans mereka.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani Yustiawan, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan