Sukses

5 Klub yang Hobi Jual Tulang Punggung Tim

Liputan6.com, Jakarta - Hingga kini, keputusan menjual Cristiano Ronaldo ke Real Madrid masih disesali sebagian pendukung Manchester United (MU). Maklum, selama beberapa tahun Ronaldo sudah menjadi ruh permainan The Red Devils.

MU merekrut Ronaldo dari Sporting Lisbon dengan biaya 17,5 juta euro di musim panas 2003. Meski terbilang mahal untuk pemain di usia 17 tahun, terbukti Ronaldo berkembang menjadi pemain yang fenomenal.

Selama berkostum Setan Merah, pemain kelahiran 5 Februari 1985 tersebut tampil dalam 292 pertandingan. Ia menciptakan 118 gol dan 62 assist. Dan, Ronaldo membawa MU memenangkan tiga gelar Liga Inggris, dua Piala Liga Inggris, satu Piala FA, tiga Community Shield, satu Liga Champions, dan satu Piala Dunia Antarklub.

Anehnya, MU malah menjual Ronaldo ke Real Madrid di musim panas 2009. Meski begitu, MU tidak termasuk dalam daftar klub yang hobi menjual para pemain terbaiknya. Seperti dikutip Sportskeeda, setidaknya ada lima klub yang gemar melakukan hal tersebut:

2 dari 6 halaman

1. Borussia Dortmund

Selama bertahun-tahun, dominasi sepak bola Jerman ada di tangan Bayern Muenchen. Namun, setelah sekian lama akhirnya ada klub yang merusak dominasi mereka. Klub itu adalah Dortmund dengan prestasinya memenangkan trofi Bundesliga 2010-2011 dan 2011-2012.

Kepergian Robert Lewandowski pada musim panas 2014 ditangisi para fans Borussia Dortmund. (youtube.com)

Setelah sukses tersebut, Die Borussen malah melepas satu per satu pemain terbaik mereka. Mulai dari Shinji Kagawa di musim panas 2012, Mario Goetze (2013), hingga Robert Lewandowski (2014).

Hasilnya pun bisa ditebak. Mereka kembali kesulitan menyaingi superioritas Muenchen. Kehadiran beberapa pemain baru yang juga cukup berkualitas belum mampu membawa Dortmund mengembalikan kejayaannya.

Mereka pun mencoba untuk melakukan perjudian dengan menginvestasikan banyak uang untuk membeli pemain-pemain berlabel bintang, termasuk memulangkan Kagawa dan Gotze. Namun, strategi itu belum menuai hasil hingga saat ini.

3 dari 6 halaman

2. Ajax Amsterdam

Ajax adalah tempat di mana bakat-bakat hebat bermunculan. Sudah banyak pemain bintang yang lahir dari akademi mereka. Clarence Seedorf, Edgar Davids, Patrick Kluivert, Frank Rijkaard, dan Edwin van der Sar adalah beberapa alumnus.

Frank Rijkaard (www.anp-archief.nl)

Kehadiran mereka membuat Ajax hampir mengulangi kesuksesan di era 1970-1973. Bedanya, Seedorf dan kawan-kawan hanya memenangkan satu gelar Liga Champions 1994-1995. Sayang, setelah itu mereka malah membiarkan Seedorf dan Kluivert pergi.

Ajax memang tetap mampu kembali tampil di final Liga Champions 1995-1996. Sayang, langkah mereka untuk menambah pundi-pundi gelar digagalkan Juventus. Bahkan, trofi di musim 1994-1995 menjadi gelar Liga Champions terakhir yang dimenangkan Ajax hingga sekarang.

Hal itu bisa dimaklumi mengingat Ajax menjadi klub yang paling dikenal menjual para pemain terbaik. Luis Suarez dan Zlatan Ibrahimovic termasuk pemain bintang yang pernah dijual Ajax.

4 dari 6 halaman

3. Olympique Lyon

Lyon adalah klub yang mendominasi sepak bola Prancis selama hampir satu dekade. Mereka sukses memenangkan tujuh gelar Liga Prancis secara beruntun pada 2002-2008.

Florent Malouda (AFP/JEFF PACHOUD)

Kesuksesan memenangkan dua gelar di musim 2007-2008 (Liga Prancis dan Piala Liga Prancis), bahkan, terbilang sangat mengejutkan. Pasalnya, saat itu mereka menjual para pemain top seperti Florent Malouda, Tiago, dan Eric Abidal sebelum musim dimulai.

Eksodus saat itu memang tak mempengaruhi kualitas permainan Les Gones. Pasalnya, saat itu mereka masih memiliki bintang-bintang seperti Hugo Lloris, Miralem Pjanic, dan Karim Benzema. Sayang, kurangnya daya tarik sepak bola Prancis membuat Lyon kembali melakukan penjualan besar.

Dalam enam tahun terakhir, nama-nama besar yang dijual Lyon adalah Lloris, Karim Benzema, Jeremy Toulalan, Aly Cissokho, Dejan Lovren, Bafetimbi Gomis, Clinton N'Jie, dan Samuel Umtiti.

5 dari 6 halaman

4. Porto

Kesuksesan Porto di musim 2003-2004 tak lepas dari tangan dingin Jose Mourinho. Tak hanya memenangkan gelar Primeira Liga, tapi juga Liga Champions setelah membungkam AS Monaco tiga gol tanpa balas di final.

Kepergian Deco ke Barcelona menjadi penyebab keterpurukan Porto. (AFP/Lluis Gene)

Ia adalah klub pertama di luar empat liga top Eropa yang bisa memenangkan Liga Champions sejak 1993. Bahkan, Mourinho juga mengukir catatan luar biasa. Dalam 38 pertandingan, Porto hanya kebobolan 19 gol. Semusim sebelumnya, Mourinho membawa Porto meraih trofi Liga Europa.

Kala itu, Porto diperkuat pemain-pemain hebat seperti Ricardo Carvalho, Benni McCarthy, Maniche, Costinha, Paulo Ferreira, Derlei, dan Deco. Namun, saat Mourinho pergi untuk bergabung ke Chelsea, eksodus pemain pun ikut terjadi.

Porto tak kuasa untuk menjual aset-aset terbaik mereka. Salah satunya adalah kepergian Deco ke Barcelona. Namun, dibandingkan kepergian para pemain, keberangkatan Mourinho disebut-sebut sebagai kehilangan terbesar mereka.

6 dari 6 halaman

5. Tottenham Hotspur

Tottenham mungkin bisa menjadi klub terbaik di dunia, bahkan melebihi Real Madrid. Itu jika mereka tak menjual para pemain terbaiknya dalam beberapa musim terakhir. Hasilnya, tak ada lagi trofi yang dimenangkan setelah Piala Liga Inggris 2007-2008.

Meski memiliki peran vital, Tottenham Hotspur tetap tak ragu menjual Gareth Bale. (AFP PHOTO / IAN KINGTON)

Tottenham seperti klub yang hanya bercita-cita menjadi tim papan atas tanpa benar-benar melakukan upaya untuk mewujudkannya. The Lilywhites malah seakan sengaja melakukan penjualan untuk mendapatkan keuntungan besar.

Sejak musim panas 2012, mereka sudah kehilangan Luka Modric, Rafael van der Vaart, Gareth Bale, Sandro, Roberto Soldado, Paulinho, Andros Towsend, hingga Nacer Chadli.

Untungnya, sejak kehadiran Mauricio Pochettino pada 2014, mereka juga mulai gemar melakukan belanja pemain berkualitas. Sejak musim panas 2014, mereka sudah menggelontorkan biaya hingga 158,6 juta euro.