Kaleidoskop 2016: Pembuktian Kehebatan Ronaldo

Sederet prestasi diraih pria 31 tahun itu. Mulai dari juara Liga Champions bersama Real Madrid hingga juara Piala Eropa bersama Portugal.

Diterbitkan 26 Desember 2016, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Perubahan Posisi

Meski kekuatan dan kecepatannya berkurang karena faktor usia, Ronaldo tak kehilangan naluri mencetak golnya di depan gawang. Ini semua karena dia berevolusi dari winger menjadi pemain Nomor 9.

Madrid dan Portugal kini memainkan Ronaldo sebagai striker dan memanfaatkan kemampuannya pada duel udara. Pelatih Madrid Zinedine Zidane bahkan memainkan Ronaldo sebagai striker dengan formasi 4-4-2 saat melawan Atletico Madrid. Hasilnya Madrid menang 3-0 dan Ronaldo mencetak hattrick.
Pemain Real Madrid merayakan gol yang dicetak Cristiano Ronaldo ke gawang Atletico Madrid pada laga pekan ke-12 La Liga Spanyol di Estadio Vicente Calderon, Sabtu (19/11/2016). (AFP/Gerard Julien)
Namun, demi memasukkan Karim Benzema ke dalam tim, Zidane biasanya menerapkan formasi 4-3-3 dengan Ronaldo sebagai winger yang suka menusuk ke dalam dan melepaskan tembakan.

Total, musim lalu Ronaldo mencetak 51 gol dalam 48 pertandingan bersama Madrid. Sementara di Timnas Portugal, ia mencetak 13 gol dalam 13 laga. Hal ini terhitung luar biasa mengingat Ronaldo sudah bukan lagi pemain muda.
Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Atletico Madrid pada laga La Liga di Stadion Vicente Calderon, Spanyol, Sabtu (19/11/2016). (AFP/Gerard Julien)

Ronaldo Sang Pemimpin

Sebagai kapten, Ronaldo juga menunjukkan kepepimpinan luar biasa di Piala Eropa. Ia membimbing rekan-rekannya dari babak penyisihan grup hingga laga final.

Laju Portugal sebenarnya tak mulus. Di penyisihan grup, Portugal bahkan tak pernah menang. Mereka lolos ke 16 besar karena menjadi salah satu runner up terbaik.

Dari 16 besar hingga semifinal, Ronaldo memimpin Portugal melewati adangan Kroasia, Polandia dan Wales yang diperkuat salah satu pemain terbaik dunia Gareth Bale.

Di final, Ronaldo mengalami cedera di babak pertama dan harus mengakhiri pertandingan lebih cepat. Namun, justru di sinilah letak kepepimpinan pemain berjuluk CR7 itu.
Setelah ditandu keluar lapangan, Cristiano Ronaldo menyemangati Portugal dari pinggir lapangan. Portugal pun tampil sebagai juara Piala Eropa 2016 setelah menaklukkan Prancis 1-0 di Stade de France. (Reuters)
Dari pinggir lapangan, Ronaldo terus memompa semangat rekan-rekannya. Ia bahkan lebih sering memberi instruksi daripada pelatih Fernando Santos.

Kemudian, Ronaldo juga yang memberi nasihat kepada Eder sang pencetak gol untuk tidak takut menembak bola ke gawang Prancis. Pada akhirnya, Portugal menang dan Ronaldo berhasil memberikan gelar pertama untuk negaranya sepanjang sejarah.
Ronaldo menginstruksikan rekan-rekanya saat laga final Euro 2016 antara Portugal vs Prancis di Paris, Prancis, Senin (11/6). Ronaldo terpaksa keluar lapangan akibat cedera usai berbenturan dengan Dimitri Payet. (REUTERS/Michael Dalder)
Cristiano Ronaldo berbaring dekat tropi Piala Eropa 2016 usai mengalahkan Prancis 1-0 di Stade de France, Senin (11/7). Ronaldo menjadi pemain Portugal yang tampil paling banyak bersama Portugal yaitu sebanyak 133 penampilan. (REUTERS)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Jonathan Pandapotan Purba, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan