KOLOM: Inzaghi Tak Takut Kritik, Pioli Harus Jaga Keharmonisan

Pelatih Inter, Stefano Pioli, akan menghadapi mantan timnya. Pioli pernah melatih Lazio pada periode 2014-2016.

Diterbitkan 21 Desember 2016, 14:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Milan - Giornata ke-18 Serie A Liga Italia menjelang periode Natal kali ini, dihiasi  big match antara Inter Milan vs Lazio. Laga ini akan digelar di kandang Inter,  Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Rabu (21/12/2016) atau Kamis dinihari WIB.

Akankah Inter membuat kejutan pada  pertandingan ini? Ataukah Lazio yang akan  mampu meneruskan trend positif mereka bersama pelatih Simone Inzaghi? Itu yang  jadi pertanyaan.

Sisi menarik lainnya, pelatih Inter, Stefano Pioli, akan menghadapi mantan  timnya. Pioli memang pernah melatih Lazio pada periode 2014-2016.

Namun, menarik juga kondisi terakhir kedua tim, sebelum laga penting ini.

Persiapan Lazio sendiri cukup matang menghadapi laga ini. Kemenangan 3-1 atas  Fiorentina bisa jadi modal bagus tandang ke Giuseppe Meazza.

Adriano Bianchini, pelatih fisik Lazio, berbagi bagaimana persiapan dan kondisi  fisik tim, menjelang pertandingan penting ini. Bianchini menyatakan pemain  berada dalam kondisi fisik baik. Sesi-sesi latihan dijalankan para pemain  dengan profesionalitas dan kedisiplinan, sehingga secara fisik mereka siap  menghadapi Inter di San Siro.

Selain itu, ambience positif juga sedang tumbuh di dalam tubuh Lazio, meski  sempat kalah pada derby della capitale dari rival sekota AS Roma. Namun  prestasi umum Lazio amat baik bersama sang pelatih muda Simone Inzaghi.

Kini dengan 34 poin, mereka berpeluang meraih tiket Liga Champions Eropa. Dan  bahwa target pencapaian Lazio pada musim kompetisi kali ini berubah, diakui  oleh Inzaghi.

Tak Takut Kritik

Inzaghi tidak pernah takut terhadap kritik. Di awal perjalanannya sebagai  pelatih Il Biancoceleste, ia memiliki kepercayaan terhadap kapasitas tim dan  termotivasi untuk memberikan yang terbaik.

Inzaghi juga tidak lupa berterima kasih terhadap seluruh komponen tim, termasuk  para staffnya, sehingga mampu menorehkan hasil-hasil yang positif. Perjalanan  kompetisi masih panjang dan Inzaghi mengingatkan pentingnya menjaga agar break  liburan periode Natal nanti, semua bisa terjaga dengan baik. Sehingga ketika  kembali pada paruh musim kedua, para pemain tetap berada dalam top form mereka  baik secara fisik maupun mental.

Lazio tengah mendapatkan performa gemilangnya. (EPA)Prestasi gemilang Lazio pada kompetisi Serie A musim ini, menunjukkan bahwa  pembangunan sebuah tim tidak hanya bergantung pada banyaknya uang yang  diinvestasikan. Namun, yang juga amat penting adalah kemampuan dirigensi dan  manajemen tim dalam pemilihan bibit unggul dan talenta.

Bahkan, ketika terdapat dana yang terbatas namun dengan kejelian, kapasitas  dan profesionalitas mampu memilih dan melakukan operasi pembelian dengan tepat.  Berbeda dengan kubu Inter yang menghabiskan dana jauh lebih besar, namun  hasilnya jauh dibawah memuaskan.

Inter sendiri, bersama Pioli sebenarnya telah memperlihatkan sebuah kemajuan.  Meski belum nampak kemajuan pesat, namun poin-poin berhasil diraih pada  pertandingan-pertandingan terakhir.

Meski demikian, kondisi ruang ganti Inter belum benar-benar kondusif,  dikarenakan terjadinya perselisihan antara beberapa pemain. Sebut saja Stevan  Jovetic dengan Mauro Icardi dan Pioli.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Bukan kabar baru, beberapa kali terjadi ketegangan dan perselisihan di ruang  ganti Inter. Yang harus dilakukan Pioli adalah membentuk sebuah tim yang  memiliki keharmonisan dan kesatuan, yang bisa tampil di lapangan dengan  determinasi. Sebab, kemenangan merupakan hal yang tidak bisa ditawar bagi  Inter. Ya, poin penuh merupakan harga mati bagi I Nerazzurri. Tiga poin bukan hanya  berguna untuk memperbaiki posisi di klasemen. Melainkan juga akan memberikan  sumbangsih besar terutama pada segi mental para pemainnya, meningkatkan rasa  percaya diri para pemain.

Halaman
Show All