Liputan6.com, Jakarta - Hendra Setiawan memutuskan mundur dari Pelatnas PBSI. Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 bersama Markis Kido itu selanjutnya akan menjalani karier sebagai pebulu tangkis profesional.
Mundurnya Hendra tentu berdampak pada kekuatan ganda putra pelatnas. Hal ini diamini kepala pelatih ganda putra Pelatnas PBSI Herry Iman Pierngadi.
"Dengan mundurnya Hendra, mau tidak mau beban akan bergeser ke pemain-pemain di bawahnya. Ada betulnya Hendra punya pemikiran seperti itu," kata pelatih yang akrab disapa Herry IP itu.
Berikut petikan wawancara Herry IP di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Senin (14/11/2016), seperti dikutip dari Badminton Indonesia.
Apakah Hendra sudah berkomunikasi dengan coach Herry soal mundur dari pelatnas?
Setelah Olimpiade Rio 2016 memang Hendra pernah membicarakan hal ini dengan saya. Dia sudah memikirkan untuk berkarier profesional, dia bilang sudah umur juga. Hendra sepertinya ingin lebih enjoy dalam sisa kariernya di bulu tangkis. Sebagai pemain timnas, sepertinya kendalanya ada di komitmen waktu.
Seorang Hendra kalau sudah di sini (pelatnas) itu totalitas banget, dari pagi sampai sore. Waktu sama keluarganya jadi berkurang. Mungkin kalau dia profesional, lebih enjoy, jadi tidak ada rasa nggak enak sama PBSI, dan lain-lain. Itu pilihan Hendra, saya tidak bisa memaksakan.
Hendra juga berharap agar regenerasi di pelatnas bisa berjalan setelah dirinya mundur?
Ada betulnya juga, kalau masih ada Hendra/Ahsan, pemain-pemain lain pasti berpikir ‘ah, masih ada Hendra/Ahsan’. Tapi, pergeseran ini sudah kami persiapkan dari jauh-jauh hari. Dengan mundurnya Hendra, mau tidak mau beban akan bergeser ke pemain-pemain dibawahnya. Ada betulnya Hendra punya pemikiran seperti itu.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3527045/original/031351400_1627736094-162123792_155990179708964_6383471669498770476_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288956/original/060181200_1783352729-Yuran_Fernandes__dok._Persebaya_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289370/original/055592900_1783402351-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288262/original/025055100_1783308426-eng5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292649/original/094376400_1783641258-Achraf_Hakimi_dan_Ayyoub_Bouadd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289008/original/052236500_1783385709-sp2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292646/original/028409800_1783639977-Facundo_Tello.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292621/original/094494100_1783638050-fran1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292619/original/010111700_1783634834-000_B9T69X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292617/original/012709000_1783634462-000_B9T69YH.jpg)