5 Pemain yang Punya Hubungan Buruk dengan Mourinho

Jose Mourinho memiliki hubungan yang buruk dengan sejumlah pemain saat menjadi pelatih Chelsea dan Madrid.

Diterbitkan 30 Oktober 2016, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Atas insiden tersebut, Casillas menelepon gelandang Barcelona Xavi Hernandez untuk rekonsiliasi. Ternyata tindakan Casillas itu dinilai Mourinho sebagai sebuah pengkhianatan. Ia tidak ingin kapten Madrid itu mengibarkan bendera putri kepada lawan.

Pada musim ketiganya sebagai pelatih Madrid, hubungan Mourinho dan Casillas kian memburuk. Pelatih asal Portugal itu lebih memilih memainkan kiper cadangan Antonio Adan. Mourinho kemudian membeli Diego Lopez setelah Casillas mengalami cedera di tangannya.

Casillas, menurut Diego Torres dalam biografinya The Special One, dilihat Mourinho sebagai rumput, tahi lalat, pengkhianat, dan egois. Mourinho bahkan mengatakan, "Sementara saya pelatih Madrid, Diego Lopez akan memainkan posisi Casillas".

Pada 2015, Casillas baru mengungkapkan pendapatnya tentang Mourinho. "Pada akhirnya, kita hanya tak memiliki hubungan yang baik," ucap pemain yang kini bermain di FC Porto itu.

3. Andriy Shevchenko

Setelah tujuh musim bermain untuk AC Milan, Andriy Shevchenko akhirnya bergabung dengan Chelsea pada 2006. Tetapi, ia tidak menemukan permainan terbaiknya bersama klub Inggris tersebut.

Manajer Chelsea Jose Mourinho mengatakan Shevchenko tak cocok dengan rencananya. Pernyataan itu membuat eks pemain Timnas Ukraina itu marah. Shevchenko menyatakan ia sedang digunakan sebagai dartboard dan Mourinho bukan motivator.

"Manajer tak pernah berbicara dengan saya tentang di posisi mana saya bermain. Ia mengubah taktik dan memiliki keyakinan yang ketat. Tapi, dia sudah merasa menjadi manajer yang lebih baik," sindir Shevchenko.

4. Pepe

Hubungan Pepe dengan Mourinho mulai tidak harmonis ketika pria asal Portugal itu memasuki paruh kedua menjadi pelatih Real Madrid. Pepe menilai komentar Mourinho kepada Iker Casillas tidak pantas dan harus lebih menghormati sang kapten.

Mourinho dengan santai menanggapi kritik Pepe. "Komentar Pepe adalah hal yang sangat mudah untuk dianalisa. Apa yang dikatakan Pepe adalah masalah dan namanya adalah Raphael Varane," ucapnya.

Posisi Pepe di skuat utama Madrid memang mulai terpinggirkan. Posisinya mulai digantikan bek muda asal Prancis, Raphael Varane.

Setelah tiga musim di Santiago Bernabeu, Mourinho akhirnya kembali menjadi manajer Chelsea. Pepe pun berulang kali menegaskan bahwa ia tidak merasa kehilangan dengan kepergian Mourinho.

5. William Gallas

William Gallas menolak ikut tur pra musim Chelsea pada 2006 ke Amerika Serikat. Penolakan itu membuat Mourinho sangat marah. Ia menilai bek asal Prancis itu tidak memiliki rasa hormat terhadap Chelsea.

Gallas pun berniat meninggalkan Chelea setelah menolak menandatangani kontrak baru yang disodorkan Chelsea. Mourinho lalu membalasnya dengan mendatangkan Michael Ballack dan memberikan jersey nomor 13 milik Gallas kepada pemain asal Jerman itu.

Setelah Gallas pindah ke Arsenal, Mourinho pun mengucapkan kata perpisahan untuknya. "Chelsea percaya ini penting bagi pendukung kami untuk dibuat sadar akan fakta-fakta lengkap mengenai William Gallas dan kurangnya rasa hormat yang dia tunjukkan kepada fans, manajer, dan klub,: ujar Mourinho.

Meski sudah meninggalkan Chelsea, Gallas tetap menyerang Mourinho. Bahkan, ada yang menyebutkan ia akan mengancam membuat gol bunuh diri jika dipaska bermain untuk Chelsea. Namun, Gallas membantah soal ancaman tersebut. Yang pasti, hubungan Gallas dan Mourinho sangat buruk.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan