5 Kegagalan Terburuk Dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

Kelima pemain tersebut gagal memaksimalkan peluang yang seharusnya berbuah gol.

Diterbitkan 04 September 2016, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sepak bola adalah olahraga yang kerap dihiasi dengan sebuah drama. Tak hanya kebahagiaan, momen menyedihkan pun kerap terjadi. Apalagi untuk seorang pemain yang menyia-nyiakan peluang emas.

Sudah ada beberapa kegagalan terburuk yang tercipta dalam sejarah sepak bola. Padahal, jika mereka mampu memaksimalkan peluang, bukan tak mungkin tim yang diperkuat mereka bisa meraih gelar juara.

John Terry adalah salah satu pemain yang sempat membuat kegagalan besar di momen penting. Seperti dilansir Sportskeeda, setidaknya ada lima pemain yang tercatat membuat kegagalan terbesar dalam sejarah sepak bola modern.

Berikut lima pemain tersebut:

1. John Terry (Final Liga Champions 2008)

1. John Terry (Final Liga Champions 2008)

Hujan deras yang turun di Olimpiyskiy Stadion Luzhniki tak mampu menutupi berlinangnya air mata Terry. Maklum, saat itu Terry dianggap sebagai biang keladi kegagalan Chelsea meraih gelar juara Liga Champions 2007/2008.

Kala itu, duel final antara Chelsea dan Manchester United harus dilanjut ke babak adu penalti setelah kedua tim bermain 1-1 di waktu normal dan babak tambahan. Kala itu, Terry yang menjadi eksekutor ketiga gagal menceploskan bola dari titik putih.

Sebelum sempat menendang bola, Terry terpeleset hingga bola tendangannya tak menemui sasaran. Hingga kini, itu masih disebut sebagai momen terburuk sepanjang karier Terry bersama The Blues. Ia pun sempat menjadi bahan ejekan fans-fans lawan akibat momen itu.

2. Arjen Robben (Final Liga Champions 2012)

2. Arjen Robben (Final Liga Champions 2012)

Sejatinya, Bayern Muenchen memiliki peluang besar untuk memenangkan gelar Liga Champions 2011/2012. Sayang, mereka lengah saat sedang unggul 1-0 lewat gol Thomas Mueller di menit 83.

Kelengahan mereka dimanfaatkan Didier Drogba yang mencetak gol penyeimbang di menit 88. Skor 1-1 bertahan, duel pun dilanjutkan ke babak tambahan. Tepat di menit 95, Muenchen mendapatkan hadiah penalti.

Sayang, kesempatan itu gagal dimaksimalkan Robben yang maju sebagai eksekutor. Ia gagal menaklukkan kiper Peter Cech dari titik putih. Kegagalan itu membuat Chelsea semakin percaya diri saat laga dilanjutkan ke adu penalti.

Pada babak tos-tosan, Chelsea mampu mengamankan keunggulan 4-3. Kekalahan itu sangat menyakitkan bagi Muenchen dan Robben. Terlebih, final saat itu dihelat di Allianz Arena.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

3. Gonzalo Higuain (Piala Dunia 2014 dan Copa America 2016)Setelah berjuang keras untuk menyingkirkan Swiss, Belgia, dan Belanda pada fase gugur, Argentina akhirnya sukses mencapai final Piala Dunia 2014 untuk kali pertama sejak 1990. Tentu, hal itu sudah melebihi harapan fans.Meski begitu, para pemain tetap berjuang untuk merengkuh kejayaan dengan menjadi juara. Setelah mendominasi di awal, Argentina memiliki peluang emas lewat Higuain. Berawal dari kesalahan Toni Kroos dalam mengembalikan bola, Higuain, ia pun berhadapan satu lawan satu dengan kiper Manuel Neuer. Lucunya, tendangan kerasnya malah melenceng jauh dari sasaran.Dua tahun kemudian, lagi-lagi Higuain membuat kesalahan fatal. Ia memiliki peluang emas ketima berhadapan langsung dengan kiper Chile Cladio Bravo di final Copa America 2016. Namun, bola lob-nya malah melenceng ke sisi kanan gawang Chile.

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan