Mirisnya Persija, Macan Kemayoran yang Tak Pernah Punya Kandang

Julukan klub musafir kepada Persija Jakarta tampaknya tidak pernah hilang.

Diterbitkan 24 Juli 2016, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan



Jika ditotal, menurut Soccerway, Persija telah memainkan total 48 pertandingan dimana 13 kali harus dimainkan di luar Jakarta. Rinciannya delapan kali di Manahan (Solo), dua kali di Maguwoharjo (Sleman), dua kali di Mandala Krida (Yogyakarta), dan sekali di Segiri (Samarinda).

Berlanjut pada gelaran Indonesia Super League 2015, Persija juga harus menerima kenyataan terusir dari SUGBK dalam sembilan pertandingan. Alasannya, SUGBK saat itu telah disewa oleh pihak ketiga untuk menggelar suatu acara.

Masalah pertama bagi persija dimulai pada 12-15 Maret 2015. Saat itu, SUGBK telah disewa untuk konser musik. Padahal di tanggal yang sama, Persija harus menjamu Mitra Kukar dan Pusamania Borneo FC.

Lalu pada bulan Mei kejadian serupa kembali dialami Persija. Tepatnya pada tanggal 3-9 Mei 2015, Persija terusir karena SUGBK lagi-lagi telah disewa oleh pihak ketiga. Padahal saat itu dijadwalkan menggelar laga Barito Putera dan juga Arema Cronus.

Akan tetapi, bak gayung bersambut, Persija yang belum sempat merasakan menggelar laga kandang usiran, ISL 2015 terpaksa berhenti karena sanksi FIFA yang membekukan PSSI.

Bukan pemilik SUGBK

Lantas bagaimana ceritanya Persija bisa tidak mendapatkan hak menggelar pertandingan di SUGBK padahal status mereka adalah klub Ibukota? Jika dilihat secara geografis, Persija memang merupakan klub Jakarta, tapi apesnya mereka tidak memiliki stadion sendiri.

Dua stadion mereka sebelumnya Stadion Menteng dan Lebak Bulus yang sekarang sedang beralih fungsi menjadi taman kota juga bukan stadion Persija.



Kembali ke SUGBK, secara administratif bukanlah milik Persija tapi kepunyaan negara. Jadi, Persija tidak memiliki hak penuh untuk selalu bisa memakai SUGBK sesuka hati. Persija hanya salah satu pelanggan setia pemakai SUGBK.

Pemerintah sempat berjanji untuk membangunkan sebuah stadion untuk Persija. Bahkan stadion tersebut telah memiliki nama, yakni Stadion BMW. Sayang pembangunan stadion yang disiapkan menjadi adik dari Stadion SUGBK ini tidak menemui kejelasan sejauh ini. Persija pun tampaknya harus rela terus menjadi klub musafir dalam beberapa tahun ke depan. (Yosef Deny Pamungkas)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan