5 Ayah dan Anak Terhebat di Lapangan Hijau

Keluarga Maldini layak disebut sebagai yang terbaik dalam daftar ini.

Diterbitkan 10 Juli 2016, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

2.Ince

2.Ince

Keluarga Ince identik dengan Liverpool. Namun, sejatinya Paul justru mencapai puncak kariernya bersama Manchester United. Ia sempat berkostum MU pada 1989-1995. Berposisi sebagai gelandang, Paul menyumbangkan banyak gelar buat Setan Merah.

Tercatat, ia sudah memenangi dua gelar Liga Premier Inggris, dua Piala FA, satu Piala Liga, tiga Charity Shield (sebelum Community Shield), satu Piala Winners, dan satu Piala Super Eropa. Ia juga sempat memperkuat Liverpool selama dua musim. Tapi, tak ada gelar yang bisa dipersembahkannya.

Berbeda dengan Tom yang justru tak memiliki karier hebat. Ia memang sempat ditempat sistem pembinaan Liverpool. Namun, ia sama sekali tak perah memperkuat tim utama Liverpool.

Setelah itu, ia sempat meniti karier di Notts Couty, Blackpool, Crystal Palace, Hull City, dan Nottingham Forest. Baru pada 2015 ia menjalani petualangan bersama Derby County. Tampil di 62 laga, pemain berusia 24 tahun itu mengoleksi 23 gol.

3. Redknapp

3. Redknapp

Mendengar nama Redknapp, orang-orang tentu langsung berpikir soal Tottenham Hotspur. Itu karena Harry dan Jamie sempat menjalani petualangan bersama Tottenham. Harry sempat dibina akademi Tottenham pada 1958-1962.

Lalu, ia hijrah ke West Ham United sejak 1962 dan menghabiskan waktunya hingga 1972. Setelah itu, ia hanya memperkuat tim-tim semenjana seperti Bournemouth, Brentford, Seattle Sounders, AP Leamington, Seattle Sounders, dan Phoeni Fire. Namun, ia juga sempat melatih Tottenham pada 2008-2012.

Seperti Harry, Jamie juga mengeyam pendidikan sepak bola di akademi Tottenham. Tapi, karier profesionalnya justru dimulai bersama Bournemouth. Ia juga sempat memperkuat Liverpool pada 1991-2002. Itu satu-satunya klub yang membuat Jamie bisa menikmati gelar.

Tampil di 237 laga dan mencetak 30 gol, Jamie sempat mengangkat gelar Piala FA, Piala Liga, Charity Shield, dan Piala Super Eropa. Pada 2002-2005, Jamie berseragam Tottenham. Namun, tak ada gelar yang bisa dimenangkannya.

4. Schmeichel

4. Schmeichel

Keluarga Schmeichel tentu identik denga posisi sebagai penjaga gawang. Peter, sang ayah, memiliki karier yang cemerlang saat menjadi pemain. Dibina klub Hoje-Gladsaxe dan Gladsaxe-Hero, Peter akhirnya hijrah ke MU dari Brondby pada 1991.

Tampil di 393 laga, bahkan mencetak satu gol, ia membantu MU memenangi lima gelar Liga Premier Inggris, tiga Piala FA, satu Piala Liga, empat Charity Shield, satu Liga Champions, dan satu Piala Super Eropa. Di pengujung kariernya, Peter membuat kejutan ketika hijrah ke Manchester City.

Sebaliknya, Kasper justru memulai karier profesionalnya bersama ManCity pada 2005. Namun, ia sulit mendapatkan tempat hingga berulang kali dipinjamkan. Petualangannya bersama ManCity berakhir ketika dijual ke Notts di musim panas 2009.

Dari Notts, ia kembali dibuang ke Leeds United sebelum akhirnya memperkuat Leicester City pada musim panas 2011. Di sana lah Kasper mampu menunjukkan kehebatannya. Setelah membantu Leicester promosi ke Liga Premier Inggris di musim 2014/2015, Kasper langsung membantu timnya memenangi gelar liga di musim 2015/2016.

5. Gudjohnsen

5. Gudjohnsens

Arnor dan Eidur memiliki jalan cerita yang berbeda soal kariernya sebagai pesepak bola. Arnor, sang ayah, tak pernah memiliki kesempatan untuk memperkuat tim top Eropa. Satu-satunya hal yang membanggakan adalah saat Arnor sempat memperkuat Anderlecht dan Bordeaux.

Berbeda dengan Eidur yang memiliki karier lebih bersinar. Pasalnya, sejumlah tim top sudah diperkuat Eidur. Pria berusia 37 tahun itu sempat membela PSV Eindhoven, Bolton Wanderers, Chelsea, Barcelona, AS Monaco, dan Tottenham Hotspur.

Gelar liga sudah dinikmati Eidur bersama PSV, Chelsea, dan Barcelona. Bahkan, ia juga sempat mengangkat trofi Liga Champions 2008/2009 bersama Barca.

Satu-satunya kesamaan Arnor dan Eidur adalah keduanya sempat menjadi andalan timnas Islandia. Arnor tampil di 73 laga bersama Islandia dan Eidur mengoleksi 88 caps plus 26 gol.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan