Polisi terpaksa mengeluarkan gas airmata untuk mengendalikan massa. Isteri pemain Inggris, Rebekah Nicholson menjadi korban. Wanita berambut panjang itu berada di tengah-tengah suporter Inggris dan Rusia yang terlibat bentrok. "Ini menjadi pengalaman terburuk dalam pertandingan tandang. Ditembak gas air mata tanpa alasan, ditahan dan diperlakukan seperti binatang. Mengejutkan," tulis Rebekah dalam akun Twitter miliknya.
Wanita yang baru saja menikah dengan Vardy jelang Piala Eropa ini mengaku melihat sendiri insiden mengerikan ini."Saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri. Saya tidak bisa berkomentar secara spesikfik, tapi saya terjebak di dalam sesuatu yang mengerikan," dia melanjutkan.
Keributan antarsuporter juga terjadi di kota lainnya, Nice. Kericuhan melibatkan suporter Irlandia Utara dan Prancis jelang duel Irlandia Utara melawan Polandia, Minggu (12/6/2016) malam kemarin. Setidaknya, 6 fans Irlandia Utara harus dilarikan ke Rumah Sakit.
Ancaman UEFA
Konfederasi sepak bola Eropa, UEFA langsung bereaksi atas insiden yang melibatkan suporter Inggris dan Rusia. UEFA mengancam akan memulangkan dua tim tersebut dalam perhelatan Piala Eropa tahun ini. Melalui pernyataan resminyam Komite Eksekutif UEFA bakal mengeluarkan kedua tim tersebut bila keributan terulang selama Piala Eropa.
"Kami tidak ragu-ragu memberikan sanksi tambahan kepada Federasi sepak bola Inggris (FA) dan Rusia (RFU). Termasuk mengambil langkah tegas mendiskualifikasi tim bila keributan serupa kembali terulang selama Piala Eropa," demikian bunyi pernyataan UEFA.
Suporter Inggris sendiri tercatat telah terlibat tiga kali keributan selama Piala Eropa tahun ini. Sebelum partai Inggris kontra Rusia, Hooligan--suporter garis keras Inggris--terlibat bentrokan dengan aparat keamanan di Prancis setelah terlibat keributan dengan penduduk lokal Marseille.
"Sebanyak 250 pendukung Rusia membalas serangan suporter Inggris dan memaksa mereka melarikan diri. Pendukung Inggris yang memulai, tetapi 250 orang Rusia dari segala penjuru negeri tidak takut dan membalas serangan orang-orang pulau pemabuk," tulis Vesti, sebagaimana dikutip The Guardian, Minggu (12/6/2016).
Namun belakangan, Rusia siap diinvestigasi UEFA atas kerusahan suporter Inggris dan Rusia. Menteri Olahraga Rusia, Vitaly Mutko meneriman hukuman dari UEFA."Kami akan menerima hukuman dari UEFA, jadi saya pahami itu. Kami berperilaku tidak benar," kata Mutko, Minggu (12/6/2016), dilansir dari Kantor Berita R-Sport. Mutko menambahkan, pihak berwenang dari Rusia akan melakuan investigasi atas kerusuhan di Marseille. Dia juga menyebut peristiwa itu 'penuh muatan'.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1278382/original/004124100_1467274514-bola-eropa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3477460/original/005190900_1623228647-england.jpg)