11 Kartini Pendulang Medali di Pentas Olimpiade

Atlet wanita Indonesia punya sejarah mempersembahkan medali di Olimpiade

Diterbitkan 21 April 2016, 19:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dia merupakan pemanah terbaik Sulsel yang pernah lahir hingga saat ini. Lahir di Makassar, 20 Februari 1964, Kusuma Wardhani, ikut bahu-membahu dengan kedua rekannya merebut medali perak di nomor beregu pada Olimpiade Seoul 1988. Di perebutan tempat kedua, Kusuma Wardhani dan kedua rekannya, Lilies Handhayani dan Nurfitriyana berhasil mengalahkan Amerika Serikat.  

Bulu Tangkis

Susi Susanti

Susi merupakan pebulutangkis putri terbaik yang dimiliki Indonesia. Di eranya, Susi menjadi momok bagi lawan-lawannya di nomor tunggal putri. Susi pun tidak menyia-nyiakan saat bulu tangkis untuk pertama kali dipertandingkan di Olimpiade Barcelona 1992.

Di nomor tunggal putri, Susi Susanti berhasil mengalahkan rival abadinya asal Korea Selatan, Bang So Hyun. Untuk diketahui, kedua pebulutangkis itu adalah pebulutangkis wanita papan atas di era 90an. Keduanya kerap bersaing di turnamen-turnamen bulutangkis tingkat dunia.

Minarti Timur

Di nomor ganda campuran, Minarti Timur adalah senior Lilyana Natsir. Nama pebulutangkis kelahiran 24 Maret 1968 ini sempat menjuarai berbagai event dengan pasangan berbeda. Tentu salah satunya adalah ketika berhasil merebut medali perak Olimpiade Sydney 2000 bersama Tri Kusharjanto.

Lilyana Natsir

Berpasangan dengan Tontowi Ahmad, Lilyana Natsir adalah andalan Indonesia di cabang bulutangkis nomor ganda campuran. Lahir di Manado, Sulawesi Utara 9 September 1985, Lilyana telah menorehkan banyak prestasi di bulutangkis, salah satunya adalah juara All England pada tahun 2012.

Maria Kristin

Wanita terakhir yang mempersembahkan medali bagi Indonesia di Olimpiade. Maria mempersembahkan medali perunggu di cabang bulutangkis nomor tunggal putri saat Olimpiade Beijing 2008. Yang unik dari wanita kelahiran 25 Juni 1985 ini adalah, dia sempat membenci bulutangkis sebelum terjun menjadi atlet tepok bulu.

Mia Audina

Selain Susi Susanti, Mia Audina boleh dibilang sebagai salah satu Kartini di bulutangkis Indonesia pada era 90an. Mia lahir di Jakarta 22 Agustus 1979. Dia sempat dijuluki Si Anak Ajaib karena menjadi pemain penentu kemenangan Indonesia saat menjuarai Piala Uber 1994 dan 1996. Namun sayang, pada tahun 1999, Mia Audina pindah kewarganegaraan menjadi Belanda usai menikah dengan penyanyi gospel, Tylio Arlo Lobman.

 

Angkat Besi

Raema Lisa Rumbewas

Darah atlet sudah mengalir dalam diri atlet angkat besi Raema Lisa Rumbewas. Ya, ayahnya Levi Rumbewas adalah salah satu binaragawan terbaik Indonesia. Sementara, ibunya, Ida Korwa juga seorang atlet angkat besi. Kentalnya darah olahragawan itulah yang membuat Lisa Rumbewas berprestasi, salah satunya medali perak Olimpiade Athena 2004.

Sri Indriyani

Sri Indriyani lahir di Lampung 12 November 1971. Serupa dengan Lisa Rumbewas, Sri Indriyani turut mempersembahkan medali bagi Indonesia di Olimpiade Athena 2004. Bedanya, Sri mempersembahkan medali perunggu. Kini, Sri kabarnya bekerja di PT Pos Indonesia di Jepara setelah pensiun.

Winarni Binti Slamet

Olimpiade Athena 2004 adalah momen emas bagi angkat besi nasional. Selain lewat Lisa Rumbewas dan Sri Indriyani, ada Winarnni binti Slamet yang mempersembahkan medali bagi Indonesia. Winarni mempersembahkannya di kelas 53 kg. Kini, Winarni yang lahir pada 19 Desember 1979 telah pensiun.

11 atlet wanita yang mempersembahkan medali di Olimpiade

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Luthfie Febrianto, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan