Kucing-kucingan Pemain Dunia dengan Pungutan Pajak

Praktik penggelapan pajak ternyata juga dilakukan pesepakbola dunia. Berdasarkan laporan dari 'Panama Papers'.

Diterbitkan 05 April 2016, 21:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - 'Panama Papers' menggemparkan dunia. Jutaan dokumen milik perusahaan berbasis hukum di Panama, Mossack Fonseca, bocor ke publik. Skandal yang diungkap Konsorsiun Wartawan Investigasi Dunia (ICIJ) ini memberi gambaran perilaku orang-orang kaya dalam menghindari pajak.

Lionel Messi, pesepak bola ternama asal Argentina dilaporkan termasuk di dalamnya. Pemain andalan Barcelona itu diduga ikut mengemplang pajak dengan mendirikan perusahaan Mega Star Enterprises Inc di Panama bersama ayahnya. Perusahaan ini diduga sebagai salah satu perusahaan fiktif milik Messi yang sedang diselidiki di Spanyol atas tuduhan penggelapan pajak.

Menurut laporan dari Panama, perusahaan itu didirikan Messi bersama ayahnya sehari setelah otoritas pajak Spanyol menyebut La Pulga telah mengemplang pajak senilai 4,1 juta euro. 

iv class="baca-juga">

Baca Juga

  • Jelang Liga Champions, Barcelona Sibuk Urusi Neymar
  • Penunjukan Antonio Conte Tidak Masuk Akal
  • Barcelona Vs Atletico: Blaugrana Tuntaskan Dendam

Messi keberatan dengan tudingan tersebut. Dia bahkan mengancam akan memperkarakan media yang mengaitkan namanya dengan 'Panama Papers'. (Lihat berita lengkapnya di sini).

Namun terlepas dari keterlibatan Messi, sektor pajak merupakan momok bagi pesepak bola yang merumput di Eropa. 'Upeti' resmi bagi pemerintah ini bahkan tidak jarang mempengaruhi perpindahan pemain. Demi potongan yang lebih kecil, tak jarang pemain top menjauh dari liga elite.

Salah satu contoh adalah Radamel Falcao. Pemain Kolombia tersebut lebih memilih bergabung dengan AS Monaco dibanding dengan klub besar. Pasalnya, Monaco memiliki otonomi khusus berupa bebas pajak yang menjadi magnet bintang-bintang dunia merapat ke klub yang bermarkas di Stade Louis II itu. Selain Falcao, James Rodriguez sempat merumput di Monaco sebelum akhirnya pindah ke Madrid. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pada 2014 lalu, Monaco sepakat membayar Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) sebesar 50 juta euro sehingga mereka bisa mengoperasikan klub di Monaco. Kesepakatan ini membuat Monaco terhindar dari pajak sebesar 75 persen terhadap gaji pemainnya. Regulasi ini ditengarai ikut menggiring para pembalap F1 seperti Fernando Alonso memilih berdomisili di Monaco. Namun belakangan, regulasi bebas pajak di AS Monaco dihapus karena pengadilan Prancis membatalkan kesepakatan Monaco dan FFF pada 2015 lalu. Pemerintah Prancis menilai, kesepakatan itu menyalahi aturan. Terlebih, gelombang protes dari klub-klub Ligue 1 terus bermunculan menyusul hak eksklusif yang didapat AS Monaco.

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan