GP Bahrain: 5 Pembalap Rival Berat Rio Haryanto

Mereka adalah pembalap yang paling berpotensi menjadi pesaing Rio Haryanto.

Diterbitkan 28 Maret 2016, 16:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Marcus Ericsson

Ericsson adalah salah satu pembalap papan bawah F1. Setelah mengecap petualangan di GP2 Series 2010-2013, Ericsson resmi membela tim Caterham di F1 2014.

Sayang, musim perdananya dilewati dengan hasil yang cukup buruk. Lima kali gagal finis dan tak pernah masuk 10 besar, Caterham pun menutup musim tanpa meraih poin.

Performanya sedikit membaik di musim 2015. Keputusannya hijrah ke Sauber berbuah hasil positif. Setidaknya, pembalap asal Swedia itu bisa merangkai 9 poin. Namun, ia tetap hanya bisa duduk di peringkat 18 klasemen akhir pembalap.

Pada GP Australia 2016, Ericsson menjadi salah satu pembalap yang gagal mencapai garis finis. Ericsson terhenti saat baru melahap 38 dari total 57 lap di Sirkuit Albert Park.

4. Kevin Magnussen

Sejatinya, Magnussen memiliki bakat hebat di lintasan F1. Ketika tengah menjalani musim perdananya di F1 2014, ia sukses finis di urutan 11 klasemen akhir pembalap.

Itu berkat kesuksesannya meraih 55 poin. Catatan terbaiknya adalah saat menjadi runner up GP Australia 2011. Anehnya, McLaren malah menjadikan Magnussen sebagai pembalap cadangan di musim 2015.

Itu yang membuat Magnussen memutuskan hengkang ke Renault Sport untuk musim 2016. Ketika melakoni GP Australia 2016, hasil yang didapat terbilang lumayan. Ia finis di urutan 12 di belakang Jolyon Palmer.

Kini, Magnussen berharap bisa mencapai garis finis di Bahrain untuk kali pertama. Balapan Magnussen di Bahrain sebelumnya diakhiri dengan kegagalan menyentuh garis finis. Pada GP Bahrain 2014, Ericsson terhenti di lap 33.

5. Pascal Wehrlein

Tentu saja, Wehrlein adalah pembalap utama yang harus diwaspadai Rio di Bahrain. Tak hanya sebagai rekan setim, Wehrlein adalah pembalap yang paling realistis dijadikan Rio sebagai rival.

Saat ini nama Wehrlein sedikit lebih bersinar ketimbang Rio. Itu berkat kesuksesannya menorehkan hasil lumayan pada debutnya di Australia. Saat banyak pembalap yang lebih berpengalaman berguguran, Wehrlein finis di urutan 16.

Kepercayaan diri Wehrlein tentu sedang meninggi. Karenanya, Rio harus mencari cara agar bisa finis di depan Wehrlein. Untung, Rio punya sedikit keunggulan karena mengenal Bahrain International Circuit.

Bahkan, Rio sempat menorehkan tinta emas di sana. Tepatnya di musim 2015 saat Rio masih berjibaku di GP2 Series bersama Campos Racing. Pada hari pertama di kategori Feature Race, Rio mampu menempati posisi runner up. Hari selanjutnya pada kategori Sprint Race, Rio jadi yang tercepat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan