GP Bahrain: 5 Pembalap Rival Berat Rio Haryanto

Mereka adalah pembalap yang paling berpotensi menjadi pesaing Rio Haryanto.

Diterbitkan 28 Maret 2016, 16:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Rio Haryanto, pembalap Manor Racing kebanggaan Indonesia, berharap meraih hasil lebih baik pada GP Bahrain 2016. Namun, Rio harus mewaspadai beberapa pembalap yang bisa menjadi rivalnya.

Hasil yang lebih baik adalah target utama Rio saat melakoni balapan GP Bahrain 2016, 3 April 2016.Rio tak ingin mendapatkan hasil yang mengecewakan seperti pada GP Australia 2016.

Baca Juga

  • 5 Fakta Menarik Jelang Semifinal Arema Vs Sriwijaya FC
  • Formula 1: Menuju GP Bahrain, Tim Rio Haryanto Benahi Ban
  • Di Bahrain, Tim Rio Haryanto Bisa Lebih Kompetitif

Seri perdana F1 yang juga menjadi momen debutnya itu gagal dimaksimalkan Rio untuk unjuk gigi. Pembalap kelahiran Surakarta itu terpaksa keluar dari balapan di lap 17.

Kini, fokus Rio sudah dialihkan pada GP Bahrain. Namun, Rio juga dipastikan akan mendapatkan perlawanan sengit dari beberapa pembalap. Liputan6.com coba merangkum lima pembalap yang berpotensi menjadi pesaing utama Rio Haryanto dalam mengejar zona poin. Berikut detailnya:

1. Jolyon Palmer

Seperti Rio Haryanto, Palmer adalah pembalap debutan di F1 2016. Ia adalah pembalap tim Renault Sport. Palmer tercatat sebagai putra mantan pembalap F1 Jonathan Palmer.

Sejak dulu, pria kelahiran 20 Januari 1991 itu memang sudah turun di beberapa kompetisi balapan. Mulai dari T Cars, Formula Palmer Audi, FIA Formula Two, hingga berkarier di GP2 Series pada 2011-2014.

Artinya, Palmer memang sudah menjadi salah satu pesaing Rio sejak 2012. Itu adalah saat di mana Rio mulai balapan di GP2 Series. Nama Palmer muncul ke permukaan setelah memenangi GP2 Series 2014.

Palmer akhirnya meninggalkan GP2 Series setelah dikontrak menjadi test driver Lotus di musim 2015. Namun, ia baru mencicipi debutnya pada GP Australia 2016. Ia mendapatkan hasil bagus pada debutnya, yakni finis di urutan 11.

2. Felipe Nasr

Meski baru berusia 23, Nasr termasuk pembalap yang disegani di lintasan F1. Tak percuma Sauber memutuskan untuk mengontraknya sebagai pembalap utama sejak musim 2015.

Nasr pun sempat mencicipi petualangan di GP2 Series pada 2012-2013. Catatan terbaiknya adalah finis di urutan 3 klasemen pembalap musim 2014.

Mulai 2014, juara Formula BMW Europe 2009 dan British Formula 3 2011 itu dijadikan sebagai test driver tim Williams. Namun, debutnya justru didapat bersama Sauber pada 2015. Meski menjalani musim perdana, rapor Nasri cukup bagus di musim 2015.

Ia finis di urutan 13 klasemen pembalap setelah menghasilkan 27 poin dari 21 seri. Catatan terbaiknya adalah saat finis di posisi 5 GP Australia. Namun, ia malah finis di urutan 15 pada GP Australia 2016.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ericsson adalah salah satu pembalap papan bawah F1. Setelah mengecap petualangan di GP2 Series 2010-2013, Ericsson resmi membela tim Caterham di F1 2014. Sayang, musim perdananya dilewati dengan hasil yang cukup buruk. Lima kali gagal finis dan tak pernah masuk 10 besar, Caterham pun menutup musim tanpa meraih poin.Performanya sedikit membaik di musim 2015. Keputusannya hijrah ke Sauber berbuah hasil positif. Setidaknya, pembalap asal Swedia itu bisa merangkai 9 poin. Namun, ia tetap hanya bisa duduk di peringkat 18 klasemen akhir pembalap.Pada GP Australia 2016, Ericsson menjadi salah satu pembalap yang gagal mencapai garis finis. Ericsson terhenti saat baru melahap 38 dari total 57 lap di Sirkuit Albert Park.

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan