5 Tim Sukses Tanpa Mendominasi Ball Possession

Dortmund gulingkan dominasi Muenchen. Leicester City masih mendominasi Liga Inggris.

Diterbitkan 10 Maret 2016, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Real Madrid

Real Madrid
Tahun 2010, Jose Mourinho ditunjuk Florentino Perez menjadi pelatih Real Madrid. Gaya kick n rush sangat kental dengan Madrid ketika dilatih Mourinho selama tiga tahun.

Gaya permainan ini sangat cocok dengan Los Blancos yang memiliki pemain dengan karakteristik kecepatan, seperti Cristiano Ronaldo, Mesut Ozil, Angel Di Maria hingga Karim Benzema.

Pada tahun 2013, Madrid yang mengandalkan serangan balik dan kecepatan pemain sayapnya sukses menyingkirkan Barcelona dalam perburuan gelar La Liga. Los Blancos juga mencatatkan beberapa rekor pada waktu itu. Madrid menjadi juara dengan raihan 100 poin.

Madrid mencatatkan 32 kemenangan dalam satu musim. Ketika itu, hal itu belum pernah ada di La Liga. Namun, kini catatan tersebut sudah dilewati Barcelona dua tahun setelahnya). Selain itu, Los Blancos juga menjadi tim paling subur di dunia dengan mencatatkan 121 gol dalam semusim.

Karakteristik permainan yang diterapkan Mourinho juga membuat Madrid berhasil memenangkan Copa del Rey musim 2010/11. Trofi yang belum pernah dimenangkan Madrid sejak tahun 1993.

Chelsea

Chelsea
Tahun 2012, Chelsea yang tidak diperhitungkan bisa menjuarai Liga Champions. Hebatnya lagi, The Blues juara bersama pelatih sementara Roberto Di Matteo yang ditunjuk untuk menggantikan  Andre Villas-Boas.

Tim yang bermarkas di Stamford Bridge Stadium itu juara Liga Champions dengan taktik yang disebut "Parkir Bus". Taktik menempatkan 9 hingga pemain di lini pertahanan. Satu pemain lainnya menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik.

Strategi ini terbilang ampuh. Buktinya mereka berhasil menghentikan langkah Barcelona di partai semifinal. Padahal, Lionel Messi dan kawan-kawan menguasai ball possession sebesar 72,8 persen. Chelsea menang agregat 3-2 atas Barcelona.

Di partai final melawan Bayern Muenchen yang berlangsung di Allianz Arena, 19 Mei 2012, Parkir Bus kembali menjadi strategi andalan Chelsea untuk meredam dua winger lincah Muenchen, Arjen Robben dan Franck Ribery.

FC Hollywood (julukan Muenchen) yang sempat unggul melalui Thomas Muller pada menit ke-83 harus melanjutkan permainan ke babak adu penalti setelah striker Chelsea Didier Drogba mencetak gol pada menit ke-88. Dalam drama adu penalti, Chelsea menang 4-3 atas Muenchen.

Inter Milan

Inter Milan
Untuk saat ini, Inter Milan tidak mendominasi sepak bola Italia, tapi ketika masih diarsiteki Jose Mourinho pada 2008 hingga 2010, Nerazzurri adalah tim yang paling diperhitungkan di Serie A.

Puncak kejayaan Inter terjadi pada musim 2009/10. Nerazzurri menjadi tim pertama Italia yang bisa  meraih treble winners. Kehebatan Inter Milan sangat dirasakan penggila sepak bola kala final Liga Champions melawan raksasa Jerman Bayern Muenchen.

Dalam permainan itu, Inter memberi keleluasaan kepada Arjen Robben dan kawan-kawan untuk melakukan tekanan. Namun, ketika Inter berhasil menghentikan permainan Muenchen, mereka bakal melakukan serangan balik tanpa ampun.

Strategi ini pun berbuah manis dengan dua gol yang dileksakkan oleh Diego Milito pada menit ke-35 dan 70. Menariknya, sepasang gol Milito diciptakan dari skema serangan balik.

Leicester City

Leicester City
Pada awal musim 2015/16, Anda pasti akan tertawa bila mendengar Leicester City bisa menjuarai gelar Liga Premier Inggris. Namun kenyataannya, mereka punya peluang besar untuk memenangkan gelar tersebut.

Hingga pekan ke-29, Leicester City berada di puncak klasemen Liga Premier Inggris dengan mengemas 60 poin. Tim besutan Claudio Ranieri itu unggul lima angka dari Tottenham Hotspur yang berada di posisi kedua.

Leicester adalah tim yang paling kecil dalam hal ball possession musim ini, yakni sebesar 43,3, persen. Dua tim lainnya yang menguasai ball possession dengan tingkat persentase seperti Leicester yakni West Bromwinch Albion dan Sunderland berada di urutan ke-14 dan 19.

Kunci sukses tim yang dinakhodai Claudio Ranieri ini hanyalah memanfaatkan serangan balik. Leicester paham bisa mengendus peluang dari serangan balik untuk mencetak gol.

Selain itu, Leicester juga punya dua bintang yang sulit dihentikan oleh lawan, yakni Jamie Vardy dan Riyad Mahrez. Vardy merupakan top skorer Liga Premeir Inggris dengan mengemas 19 gol. Sedangkan Mahrez adalah raja assists musim ini dengan jumlah 14.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Cakrayuri Nuralam, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan