Rio Haryanto dan Beban Berat di Ajang Jet Darat

Namun, Rio Haryanto tidak mau memikirkan tekanan yang diterimanya dan tetap fokus dengan Manor Racing.

Diterbitkan 04 Maret 2016, 12:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan



Perdebatan besarnya uang untuk Rio dari APBN juga dipertanyakan oleh sejumlah pihak. Banyak yang menilai, lebih penting mengeluarkan dana ratusan miliar rupiah untuk cabang-cabang olahraga lain yang bisa lebih berprestasi. Skala prioritas Kementerian Pemuda dan Olahraga terkait pengeluaran dana banyak dikritik.  

Namun, berbagai masalah yang dialaminya ketika tes pramusim tidak membuat mental Rio anjlok. Pembalap berusia 23 tahun ini malah mengaku sangat percaya diri bisa sukses melakoni debutnya di ajang balap jet darat ini.



Perkembangan positif memang diperlihatkan Rio Haryanto bersama Manor Racing, terutama dengan catatan waktunya yang terus membaik. Apalagi mobil yang dikendarai Rio juga terus mengalami perbaikan dalam hal kecepatan.

Mobil MRT05 yang dikendarai Rio dipoles para ahli F1, seperti Pat Fry (mantan kepala teknik McLaren dan Ferrari) hingga Nicholas Tombazis (eks desainer Ferrari). Rio berharap kerja keras timnya dapat dia maksimalkan dengan baik di lintasan.

"Mobil ini sudah lebih baik dari minggu lalu. Kami terus mencoba menemukan keseimbangan yang tepat agar mobil bisa mendapatkan kecepatan yang lebih baik. Tapi kami harus bekerja lebih keras untuk menemukan keseimbangan yang lebih baik lagi," ucap Rio.



Pada Jumat, 4 Maret 2016, pembalap berusia 23 tahun tersebut bakal menjalani simulasi lomba di Sirkuit Catalunya, Spanyol. Rio dijadwalkan mengikuti simulasi lomba sebanyak 50 lap, sebelum benar-benar turun balapan di F1 GP Australia pada 20 Maret 2016.

"Uji coba yang dilakukan sangat terbatas dan tiap tim hanya boleh mencoba satu mobil. Saya berusaha melakukan yang terbaik, demikian juga dengan tim," ujar Rio seperti dilansir F1i.

"Jujur saya membutuhkan simulasi balapan yang sesungguhnya sebelum seri perdana dimulai. Jadi hari ini mungkin kami akan melakukannya dengan maksimal," katanya menambahkan.



Dukungan dari Indonesia diharapkan menambah motivasinya untuk memberikan yang terbaik di lintasan balap. Beruntungnya, Rio Haryanto mengaku tetap fokus di balik kemudi mobil F1 dan tidak ingin beban itu menghalangi kerja kerasnya.

"Tanpa dukungan dari Indonesia, saya tidak akan berada di sini. Saya ingin melakukan pekerjaan ini dengan baik, jadi saya fokus pada tugas saya dan tidak terlalu memikirkan tentang tekanan," ucap Rio, seperti dilansir FormulaSpy.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Windi Wicaksono, Marco Tampubolon, Fadjriah NurdiarsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan