Jejak Rekor Balap Rio Haryanto Jelang Tampil di F1

Rio Haryanto telah memastikan diri tampil di ajang balapan Formula One (F1) musim ini.

Diterbitkan 18 Februari 2016, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun proses pencairan yang panjang membuatnya nyaris gagal memenuhi deadline dari Manor yakni pada Selasa (16/2) lalu. Rupanya, Manor F1 tetap tertarik untuk memboyong Rio meskipun uang sponsor belum terkumpul.

"Rio punya pendukung yang banyak di F1. Ini bagus untuk tim dan F1. Pendukungnya ingin lihat dia tampil di F1 dan Rio Haryanto siap menampilkan penampilan terbaik di F1 pada masa-masa mendatang," ujar Fitzpatrick.

Bila Manor mengumumkan Rio akan mengisi satu slot tersisa, pembalap asal Solo itu tidak akan mengikuti balapan Formula 1 secara penuh. (Liputan6.com/Helmi Fitriansyah)

Ibunda Rio Haryanto, Indah Pennywati menjelaskan kalau akhirnya pihak Kiky Sports menyerahkan uang muka sebesar 3 juta euro kepada Manor demi mengamankan kursi di F1. "Uang itu dari pihak kami. Ini bukan memancing agar Pertamina mau mengeluarkan uangnya, tapi karena sudah deadline," ujar Indah pada Senin (15/2) kemarin.


Dimulai dari Gokart

Olahraga otomotif bukan hal yang baru untuk pria kelahiran 22 Januari 1993 silam itu. Perjalanan panjang Rio sebagai pembalap dimulai sejak usia 6 tahun.

Penyuka warna biru dan putih ini mengangkat titel pertamanya di dunia balapan dengan menjadi juara nasional Gokart kelas kadet pada tahun 1999. Lewat prestasinya, Ikatan Motor Indonesia (IMI) kemudian menganugerahi gelar Atlet Gokart Terbaik Junior pada tahun 2005 dan 2006.

Kemudian, putra bungsu dari empat bersaudara itu menjajal pengalaman di ajang internasional pada 2008. Di Asian Karting Open Championship seri 1, Makau, Tiongkok, ia berhasil menjadi juara pertama.

Setelah 7 tahun lebih berkiprah di arena balap gokart, Rio Haryanto naik kelas ke Asian Formula Renault dan Formula Asia 2.0. Dalam balapan Formula BMW musim 2009, dia menyabet juara umum bersama Questnet Team Qi-Meritus.

Demi melanggengkan jalan menuju Formula One, Rio Haryanto terlebih dulu menguji kemampuan di seri GP2. Hingga musim 2015 lalu, total sudah empat musim dia turun di kelas balapan mobil tempat duduk tunggal (single seat) tertinggi kedua di bawah F1.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Risa Kosasih, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan