[KOLOM] Leicester City Sudah Juara

Simak kolom bola Asep Ginanjar yang kini membahas soal fenomena Leicester City.

Diterbitkan 12 Februari 2016, 08:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemandangan langka tersaji di Stadion Etihad ketika Manchester City menjamu Leicester City, 6 Februari lalu. Dua kali bek Robert Huth membobol gawang Joe Hart. Itu dongeng tersendiri.

Sebelumnya, hanya sekali Huth mencetak dua gol dalam satu laga. Itu pun sudah lima tahun berlalu, yakni ketika Stoke City menang 3-2 atas Sunderland pada 5 Februari 2011.

Baca Juga

  • Bocoran Negosiasi Kontrak Mourinho dan MU Terungkap
  • 6 Pemain Gratis Kelas Dunia yang Menggoda Negeri Kanguru
  • WAGs Watford Tidak Kalah Seksi dari Manchester United

Dua gol yang membawa Leicester menang 3-1 atas Man. City itu membuat Huth dielu-elukan. Bahkan, di laman Wikipedia, seseorang dengan bombastis menulis, "Dia menjadi pahlawan daerah bagi Leicester ketika mencetak gol saat melawan Manchester City dan membawa mereka menjuarai Premier League."

Padahal, kemenangan atas Man. City hanya membawa The Foxes unggul lima poin dari Tottenham Hotspur dan Arsenal.
Pemain Leicester City merayakan gol yang dicetak Robert Huth ke gawang Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (6/2/2016) malam WIB. (AFP/Oli Scarff)Bagi Huth, itu pengalaman luar biasa. Setahun sebelumnya, dia hanyalah pemain buangan. Oleh manajer Stoke, Mark Hughes, dia dipinjamkan ke Leicester yang tengah berada di dasar klasemen. Hughes berdalih, itu dilakukan agar Huth mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain.

Peminjaman tersebut jelas langkah mundur dalam karier Huth yang berstatus pilar penting selama era manajer Tony Pulis sekaligus pemain kesayangan para fans The Potters.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tetapi, seperti kata pepatah, mundur satu langkah untuk melompat dua langkah ke depan adalah lebih baik ketimbang tidak melangkah sama sekali dan berpasrah diri.Seperti diharapkan Hughes, Huth tampil ciamik di Leicester. Kehadirannya di jantung pertahanan diyakini menjadi faktor penting dalam keberhasilan The Foxes menghindari degradasi. Anehnya, prestasi apik itu tak lantas membuat Huth dipanggil pulang oleh Hughes. Saat musim berganti, dia malah dilepas secara permanen dengan tebusan uang 3 juta pounds.Jalan nasib Huth ternyata lebih baik. Dia menjadi elemen penting dalam perjalanan Leicester melakoni dongeng istimewa, mengobrak-abrik peta persaingan juara Premier League. Dari kandidat tim degradasi pada musim lalu, kini The Foxes jadi kandidat juara. Sementara itu, Stoke tetap hanya berkutat di papan tengah dan bawah. Posisi terbaik Ryan Shawcross cs hanyalah berada di tangga ketujuh pada pekan ke-21 dan 22.

Halaman
Show All
Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan