Masalah utama Inter terletak pada jumlah tembakan yang minim. Rata-rata 13,6 tembakan per laga hanya menempatkan Inter di posisi ke-7. Mereka terpaut lumayan jauh dari Napoli yang rata-rata melepas 17,3 tembakan dalam setiap pertandingan. Inter bahkan kalah dari Empoli dengan 13,7 tembakan per laga.
Itu diperparah oleh jumlah tembakan tepat sasaran yang juga rendah, hanya 4,5 tembakan per laga. La Beneamata berada di bawah Napoli (6,1), Roma (5,4), Fiorentina (5,2), dan Juventus (5,1). Rendahnya jumlah tembakan tepat ini tentu saja berpengaruh terhadap kans terjadinya gol.
Modal apik Inter hanyalah jumlah kebobolan yang minim. Hingga giornata ke-19, merekalah tim yang paling jarang kebobolan. Hanya 12 kali jala gawang La Beneamata dijebol lawan. Bahkan, mereka membuat clean sheet dalam 12 pertandingan. Ini modal apik mengingat sejak 2007-08, peraih Scudetto selalu tim dengan pertahanan terbaik.
Meski begitu, jumlah kebobolan yang minim itu tak mencerminkan pertahanan kokoh. Rekor hanya kebobolan 12 gol dan membuat 12 clean sheet sangat dipengaruhi performa apik kiper Samir Handanovic.
Sepanjang paruh pertama, dia membuat 71 penyelamatan atau hampir empat penyelamatan dalam setiap laga. Dia hanya kalah sibuk dari Emiliano Viviano (Sampdoria) yang membuat 80 penyelamatan.
FORMULA BARU
Mancio harus mencermati modal yang minim itu. Memasuki paruh kedua, La Beneamata harus memperbaiki performa. Bukan cuma untuk memastikan tiket Liga Champions, melainkan juga memelihara kans untuk merebut Scudetto meski hal itu tak begitu diharapkan.
Untuk itu, Mancio harus berpikir jernih. Seperti Massimiliano Allegri di Juventus pada awal musim, dia tak perlu terjebak dalam bias aksi. Menurut Rolf Dobelli dalam The Art of Thinking Clearly, saat menghadapi suatu masalah, orang kerap kali bersikap reaktif dan mengambil aksi secara terburu-buru. Itu karena bereaksi lebih cepat dianggap lebih tanggap dan cerdas.
Memang benar, andai aksinya itu tepat, seseorang yang mengambil putusan cepat akan terlihat heroik. Padahal, kerap kali itu hanyalah kebetulan belaka. Menurut Dobelli, sebenarnya cara terbaik adalah menunggu dan mempertimbangkan opsi-opsi yang ada.
Pada masa transfer saat ini, langkah reaktif yang bisa diambil Mancio tentu saja meminta tambahan pemain baru. Namun, itu rasanya tak akan jadi panasea bagi Inter. Musim lalu, kedatangan Lukas Podolski dan Xherdan Shaqiri terbukti tak berdampak signifikan terhadap prestasi La Beneamata.
Hal terpenting bagi Mancini adalah mencari akar masalah yang ada di timnya dan coba menemukan solusi tepat dengan membuat formula-formula baru. Tanpa itu, posisi La Beneamata sangat rawan. Bisa saja tiket Liga Champions pun luput dari genggaman.
Bukan hanya masalah taktik dan strategi yang harus dipikirkan Mancio. Inter juga menghadapi masalah psikis. Bagaimanapun, terlempar dari capolista yang dikuasai sejak giornata ke-15 hingga 18 pasti menimbulkan keresahan dan kegamangan. Kepercayaan diri para pemain sangat mungkin mulai terkikis. Apalagi bila melihat geliat luar biasa para rival, terutama Juventus yang memenangi sembilan laga terakhir.
Tekanan psikis lain tentu saja bayang-bayang déjà vu tak mengenakkan. Musim ini, Icardi dkk. mengawali musim dengan apik. Mereka tak kehilangan poin dalam lima giornata awal. Sialnya, setiap kali mengawali musim dengan setidaknya empat kemenangan beruntun, La Beneamata tak pernah juara. Mereka bahkan selalu finis di belakang Juventus.
Pada 1966-67, Inter membukukan kemenangan dalam tujuh giornata awal. Mereka menguasai puncak klasemen dari giornata ke-2. Namun, Scudetto urung diraih karena Juventus mengudeta mereka pada pekan terakhir. Hal itu berulang pada 2002-03. Membuka musim dengan empat kemenangan beruntun, La Beneamata lagi-lagi hanya jadi runner-up di belakang I Bianconeri.
Paruh kedua akan jadi ujian tersendiri bagi Mancini. Ujian terhadap maginya yang semula diyakini mampu mengembalikan kejayaan La Beneamata dan kebahagiaan para interisti. Gagal menunjukkannya, bukan tak mungkin dia harus pergi dari Giuseppe Meazza pada akhir musim nanti.
*Penulis adalah pemerhati sepak bola dan komentator di sejumlah televisi di Indonesia. Asep Ginanjar juga pernah jadi jurnalis di Tabloid Soccer.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1077762/original/058899400_1494305672-006352900_1449484037-151110-kolom-bola-03-Asep-Ginanjar-grafis-Abdillah.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3446785/original/061710600_1620036403-Logo_inter_milan_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261718/original/051731600_1781755469-IMG-20260618-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327170/original/046346200_1782196768-AP26174048235003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322381/original/046006400_1782191324-063_2282870144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258680/original/053706900_1781401116-Folarin_Balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8317670/original/089667300_1782185621-AP26174019661970.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263864/original/065724800_1782024873-8cd5d5f0-fa5e-436e-bf63-a085c6972bd3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263328/original/010998600_1781883632-40d61759-e5b4-4164-b814-01ba8afee642.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263336/original/092217300_1781884173-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_20.19.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8198840/original/068732500_1781057173-timnas_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8062498/original/038920300_1780906901-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8158108/original/092692600_1781012484-HKYBYsIawAADRrm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5044352/original/012300500_1733847415-pssi-erick-thohir_b7007bf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)