Surabaya United Vs Arema: Jaga Gengsi

Rivalitas antara Malang dan Surabaya ikut meningkatkan tensi pertandingan

Diterbitkan 19 Desember 2015, 07:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Skema bola-bola mati menjadi alternatif strategi Arema ketika menghadapi Surabaya United. Menurut Joko, tim asuhannya mencetak 4 dari 11 gol di babak penyisihan grup tercipta dari bola-bola mati.

"Kalau tidak memecah kebuntuan melalui open play, kami mengoptimalkan kesempatan dari bola mati. Terutama dari tendangan bebas dan sepak pojok."

Di lain pihak, Ibnu membalas pujian yang dilontarkan Gethuk. Di mata mantan pemain legendaris Persebaya Surabaya ini, Joko loyalis Arema."Joko mendapat kesempatan yang sudah waktunya didapat," kata  Ibnu. "Setelah Suharno meninggal dia memegang penuh kendali Arema. Saya melihat, perkembangan tim semakin membaik. Salah satunya karena kinerja Joko."

p>Dari klasemen grup E, Singo Edan menempati peringkat dua mengemas 3 poin. Sedangkan, Surabaya berada satu tempat di bawah Arema tanpa poin. Wuju

Si Buaya Terancam Pincang

Sementara itu, Si Buaya terancam pincang menghadapi Arema. Sebab, manajemen memecat empat pemain. Bukan karena terlibat match-fixing alias skandal pengaturan skor, tetapi murni karena performanya yang dianggap menurun.

"Mereka saya pecat karena performanya tidak bagus sejak babak penyisihan grup. Kalau saya pakai terus, tim ini malah rugi. Jadi lebih baik saya putus saja," ujar CEO Surabaya United, Ibnu Grahan. Empat pemain yang didepak adalah, Otavio Dutra, Pedro Javier, kiper Jendri Pitoy dan Thiago Furtuoso.

Namun, keputusan tersebut justru membuat sang pelatih, Ibnu Grahan, harus putar otak mencari pemain."Hari ini kami baru selesai latihan. Dalam latihan kali ini, kami mencari pemain yang pas untuk menggantikan posisi Otavio Dutra," imbuh Ibnu Grahan kepada Liputan6.com, Jumat (18/12/2015).

Selain itu, Ibnu pun cukup dibuat bingung dengan lini depan setelah Pedro mengalami nasib dicoret  dari tim karena performanya disebut tidak memuaskan."Tidak hanya mencari pengganti Dutra, saya juga mencari pemain pas untuk menggantikan Pedro Javier. Sepertinya, Fandi Eko bisa menggantikan Pedro di posisi striker," dia menambahkan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan