Liputan6.com, Jakarta Praveen Jordan/Debby Susanto harus mengakui keunggulan pasangan Korea Ko Sung Hyun/Kim Ha Na pada laga kedua Grup B BWF Dubai World Superseries Finals 2015. Ganda campuran Indonesia itu kalah 18-21, 21-14, dan 19-21 setelah bertanding 64 menit di Hamdan Sports Complex, Dubai, Kamis (10/12/2015) malam.
Sebenarnya, Praveen/Debby berpeluang memenangi pertandingan ini setelah unggul 18-16 di game ketiga. Tapi, konsentrasi keduanya justru mulai terpecah. Ko/Kim berbalik unggul dan akhirnya memenangi pertandingan ini.
Baca Juga
- Hendra/Ahsan Gagal Atasi Lee/Yoo di Laga Kedua Superseries Finals
- Top 3: Kopassus Dukung PS TNI Menarik Perhatian Pembaca
- Infografis Eksodus Pemain Persib Bandung
"Secara keseluruhan sudah benar semua, hanya saja di poin-poin terakhir kami dirugikan keputusan wasit. Terakhir-terakhir, Jordan juga kurang bisa mengontrol emosi," kata Debby usai pertandingan.
"Beberapa kali di belakang Jordan kurang sabar, di poin-poin kritis inginnya cepat matiin. Sebenarnya semuanya sudah benar, cuma agak jorok di poin-poin terakhir aja."
Peluang Praveen/Debby melaju ke semifinal masih terbuka. Namun, keduanya harus menang atas pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen pada pertandingan terakhir.
Rekor pertemuan keduanya memang kurang baik buat Praveen/Debby dengan skor 2-6. Namun, di dua pertandingan terakhir, Praveen/Debby selalu memetik kemenangan. "Besok ketemu Fischer/Pedersen harus menang supaya bisa lolos," tegas Debby.
Sementara itu, Ko/Kim memimpin klasemen Grup B dengan dua kemenangan. Praveen/Debby di posisi kedua dengan sekali menang.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322276/original/052969300_1786524029-IMG_2901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1081030/original/076822100_1449766625-praveen_dan_debby.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)