PBFC vs PS TNI: Menguji Ketangguhan Mesin Tempur

Berstatus sebagai tim amatir, tim bentukan Tentara Nasional Indonesia ini sukses menggebrak panggung sepakbola Tanah Air.

Diterbitkan 18 November 2015, 04:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Ini tentang harga diri klub ISL, karena Surabaya United sudah merusak marwah di laga kemarin; setelah menelan kekalahan dari klub amatir. Kami akan mengembalikan harga diri itu, sekaligus membuktikan bahwa klub ISL lebih baik dari pada klub amatir," tutur Iwan Setawan dilansir dari situs resmi PBFC.

Pelatih yang kerap melontarkan kalimat bernada kontroversial ini pun menilai kalau PS TNI bukan tim istimewa. Di mata pelatih bertubuh tambun ini, PS TNI tidak memiliki pemain yang memiliki kecepatan. "Tidak ada pemain cepat di PS TNI. Kecepatan mereka masih kalah dengan pemain kami," lanjutnya.

Pada perhelatan Piala Presiden beberapa waktu lalu, Iwan menjadi musuh bersama para Bobotoh lantaran komentar pedas pada kubu Persib. Memang, ulah Iwan itu mengundang ribuan fan Persib datang langsung ke Stadion.

PBFC tampil cukup memukau di Piala Presiden 2015 lalu. Tim asal Samarinda, Kalimantan Timur ini mencapai babak perempat final. Sayang, langkah PBFC terhenti di tangan Persib Bandung. Kini, PBFC pun memasang target lebih tinggi lagi di Piala Jendral Sudirman. 

Iwan meminta pada pemain agar menatap setiap pertandingan bagaikan laga final untuk memperbaiki pencapaian di Piala Presiden beberapa waktu lalu."Selain untuk menjaga harga diri klub, peluang lolos ke babak berikutnya juga ditentukan dengan hasil disetiap pertandingan, semua laga kami anggap final," Iwan mengakhiri. (Rjp/Def)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan