Adu Cerdik 4 Pelatih di Grup C Piala Presiden

Seperti apa peta kekuatannya para pelatih di Grup C Piala Presiden?

Diterbitkan 30 Agustus 2015, 10:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Lanjut ke halaman berikut --->

Indra Sjafri dan Jafri Sastra

Indra Sjafri (Bali United)

Popularitas pelatih asal Sumatera Barat ini mencuat bersama timnas U-19 yang ditanganinya. Mantan pemain PSP Padang itu dianggap sebagai pencari bakat andal yang mampu menemukan bibit-bibit muda sekelas Evan Dimas dan kawan-kawan.

Nama Indra Sjafri ikut melejit saat Timnas U-19 binaannya sukses merebut Piala AFF U-19 2013 lalu. Euforia Garuda Jaya semakin besar saat pasukannya mampu lolos ke babak utama Piala Asia U-19 2014.

Permainan bola-bola pendek yang diperagakan Timnas U-19 mampu membius pecinta bola Indonesia. Aksi Evan Dimas Cs seakan menjadi pelepas dahaga di tengah keringnya prestasi timnas senior Indonesia.

Namun Indra gagal memenuhi ekspektasi tersebut. Timnya gagal ke Piala Dunia U-20 setelah babak belur di Grup B Piala Asia U-19.

Pelatih Bali United, Indra Sjafri memberikan arahan kepada tim asuhannya pada latihan terakhir sebelum menghadapi Persija di laga Piala Presiden 2015, Denpasar, Bali, Sabtu (30/8/2015). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Meski gagal melaju ke Piala Dunia U-20, popularitas Garuda Jaya masih tetap terasa hingga saat ini. Evan Dimas yang menjadi kapten Garuda Jaya tetap tenar dan masih dielu-elukan pecinta sepak bola di Indonesia.  

Bersama klub Bali United, Indra tetap mengandalkan pemain muda. Pada Piala Presiden ini, Indra bahkan tidak menyertakan pemain asing sama sekali. Indra yakin kekuatan pemain lokal yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari mampu mengimbangi tim-tim  lainnya.

Jafri Sastra (Mitra Kukar)

Jafri Sastra (Helmi Fithriansyah/Liputan6.com)


Dibanding tiga pelatih di atas, Jafri Sastra memang kalah mentereng. Namanya baru mencuat saat dipercaya menggantikan posisi Nil Maizar sebagai pelatih Semen Padang 2013. Jafri ketiban "durian runtuh" setelah  Nil ditarik PSSI menangani timnas senior Indonesia.

Mewarisi tim yang sudah 'jadi' dari Nil, Jafri tidak menemui banyak kesulitan menjalankan tugasnya. Dia akhirnya mampu membawa Semen Padang menjuarai Liga Primer Indonesia (IPL) dan lolos hingga babak perempat final AFC Cup 2013.

Jafri kembali dipercaya menangani Semen Padang pada musim 2014. Dia membawa Kabau Sirah ke babak 8 besar, tapi gagal ke semifinal.

Di awal 2015, Jafri dipecat menyusul hasil buruk selama pramusim. Posisi yang ditinggalkan kemudian dikembalikan lagi kepada Nil Maizar. (Jnp/Ary)

p>Baca Juga

MU Salip Pemain Incaran Juventus

Mourinho Sebut Sosok Penggantinya di Stamford Bridge

Falcao Cetak Gol, Chelsea Dipermalukan Crystal Palace

Pecahkan Rekor, Marquez Start Terdepan di MotoGP Inggris

Reaksi CR7 Messi Menjadi Pemain Terbaik Eropa

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan