Berebut Panggung dari Tangan Trio MSN di Final, Siapa Mampu?

Olympiastadium, Berlin, menjadi pembuktian. Panggung bukan hanya milik Messi, Suarez, dan Neymar

Diterbitkan 05 Juni 2015, 21:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kini di penghujung karier bersama Barcelona, Xavi berpeluang menyapu bersih tiga gelar terakhir. Musim depan, pemain jebolan Akademi La Masia itu pindah ke klub asal Qatar, Al Sadd.

2. Sergio Busquest

Sama seperti Xavi Hernandez, peran Sergio Busquest agak "hilang". Padahal, pemain jangkung itu menjadi penyeimbang tim saat transisi dari bertahan dan menyerang.

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/878804/big/061134100_1431931528-2015-05-17T193014Z_2085095096_GF10000098352_RTRMADP_3_SOCCER-SPAIN.JPG

Kemampuan Busquest dalam membaca serangan lawan plus kehandalan dalam bertahan, membuat Busquest bakal diandalkan Enrique. Nilai tambahnya tidak sampai di situ, kecerdasan dalam membuka ruang guna menciptakan peluang bagi Trio MSN, jelas sangat dibutuhkan sang entrenador.

3. Gerard Pique

Bek tengah Barcelona, Gerard Pique menjadi ruh permainan Barcelona di barisan belakang. Selain memiliki postur tubuh yang mumpuni, mantan pemain Manchester United itu cukup berpengalaman di final.

Dia menjadi bagian penting Pique ketika mengangkat gelar juara Liga Champions musim 2009 dan 2011. Selain piawai bertahan, suami penyanyi Shakira itu punya kemampuan build-up serangan dari belakang ke depan. Itu terbukti dari nilai tambah Pique yang punya akurasi operan bagus.

http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/747440/big/061989700_1412634544-000_DV1869322.jpg

Statistik menunjukkan, Pique punya rata-rata tekel mencapai 2,1 dan interceptions 2,2 per-pertandingan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan