Mohamed Salah, Pujaan Baru di Liga Italia

Serie A sempat memberikan tempat teratas untuk pemain berdarah Mesir

Diterbitkan 08 Maret 2015, 07:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dampak Salah

Kembalinya Fiorentina dalam beberapa bulan terakhir mungkin bisa dikaitkan dengan dipakainya lagi skema 3-4-1-2 yang sempat jadi andalan Montella. Cuadrado sering diposisikan sebagai sayap dan di sini dia diberikan kebebasan untuk berlari kemana saja, tetapi Salah dengan tepat bisa mengisi kekosongannya.

Berbeda dengan Cuadrado yang lebih beroperasi di sayap kanan, Salah menggunakan kebebasannya untuk mengejar bola, mencari serangan dan menuntaskannya.

Sprint-sprint cepat membuat dan gerakan cut insidenya membuat lini pertahanan lawan kewalahan tapi gaya permainan Salah lebih langsung dan menentukan. Pemain bertinggi 175 cm itu membuat lebih sedikit operan per laga : 21,5 dibandingkan dengan 40 yang dipunyai Cuadrado.

Dampak Salah yang sangat cepat terasa ini bahkan tidak bisa diprediksi oleh pelatihnya sendiri, Montella.

"Kami tahu ia pemain yang kuat tetapi sejujurnya dampak cepat yang ditunjukkannya lebih dari ekspektasi," papar Montella dalam satu wawancara.

Proses cuci otak yang dialami suporter Viola sedang dimulai dengan kehadiran sang pujaan baru. Serie A sempat memberikan tempat teratas untuk pemain berdarah Mesir seperti Mido yang memperkuat Roma di era 2000-an, Stephan El Shaarawy yang diklaim sebagai Paraohnya Milan dan sekarang ada Mohamed Salah.

Dua pemain itu sempat dipuja tetapi pada akhirnya meredup. Apakah Salah akan mengalami hal serupa? Bila dilihat dari apa yang bisa dilakukannya sekarang dan di masa depan, niscaya kita akan melihat sujud syukur Salah lebih banyak lagi. (Deny Adi Prabowo)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan