Menguak Teka-teki Para Raksasa ISL "Buntu" Cari Striker

Kenapa para elite Indonesia mentok saat berburu bomber asing kelas wahid?

Diterbitkan 05 Februari 2015, 19:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ya, masalah kontrak selama satu musim juga menimbulkan masalah. Dengan kontrak berdurasi setahun membuat pemain tersebut sulit menaikkan nilai kontrak untuk tahun berikutnya.

Spekulasi yang berkembang, Ferdinand meminta tambahan nilai kontrak sebesar Rp 1, 5 miliar di musim 2015. Namun, belakangan Persib hanya sanggup membayar Rp 1 miliar. Padahal, rumor menyebut, nilai kontrak sponsor Persib naik tiga kali lipat dari musim 2014. Terlebih, Persib menjadi tim ISL yang satu-satunya marup profit musim lalu.

Begitu juga dengan Kenmogne. Seorang sumber terpercaya Liputan6.com di Persebaya mengungkapkan bahwa Kenmogne meminta ikatan dengan nilai sebanyak  Rp 3 miliar alias meningkat Rp 1 miliar dari musim sebelumnya.

Praktis, negosiasi perpanjangan kontrak terganjal dan dua pemain tersebut pun memutuskan hengkang. Dampaknya, klub harus mencari penyerang lagi guna mengarungi sisa musim kompetisi ini.

Daya tarik ISL tak sekuat  di jiran Indonesia, di halaman berikut >>

Liga Tetangga Menggiurkan

Aspek terakhir, tidak dapat dimungkiri bila liga negara tetangga, lebih menjanjikan. Dua tulang punggung Arema Cronus, Alberto Goncalves dan Gustavo Lopez angkat koper dari Arema. Beto dan Gustavo sama-sama hijrah ke Malaysia.

Bedanya, Beto memperkuat Penang FA sedangkan Lopez berseragam Terengganu. Jalan serupa juga ditempuh Kenmogne yang tampil untuk Kelantan FA.

Beto, pemain yang sukses bersama Persipura Jayapura itu tidak memungkiri, bila fulus menjadi alasan utama bermain di negara tetangga. "Kontrak memang lebih besar. Tapi saya tidak hanya berpikir soal kontrak saja. Lebih pada suasana baru," ujar Beto.

Pemain asal Brasil itu menjadi contoh nyata, nilai kontrak ikut menentukan untuk memagari pemain.

Arema memang tidak memiliki masalah dengan lini depan menatap ISL musim ini. Mereka bisa langsung "klik" dengan striker asing Yao Rudi dari Liberia. Meski begitu, Yao Rudi sempat membuat pelatih Arema, Suharno garuk-garuk kepala karena tipikal permainannya sebenarnya tidak dibutuhkan tim.

"Saya sempat bertanya, di posisi mana dia bermain. Rudy kemudian menjawab, dia biasa menjadi target man di tengah. Sedangkan kami sebenarnya justru sedsang mencari striker yang bisa bermain melebar ke kanan dan kiri," ujar Suharno beberapa waktu lalu.

Nah!

Baca Juga:

Van Gaal Jadi Dalang MU Runtuhkan Rezim Ferguson

Daftar Lengkap Transfer Januari 20 Klub Liga Inggris

Jose Mourinho Tendang 1 Tim Chelsea di Bursa Transfer

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, DarojatunTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan