Tragedi Majalah Charlie Hebdo, Bintang NBA Turut Berduka

Bintang NBA asal Prancis, Nicolas Batum, memakai kaos dukungan untuk Charlie.

OlehThomas
Diterbitkan 09 Januari 2015, 16:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Portland- Di awal 2015, kejadian mengejutkan terjadi di Paris, Prancis. Dua orang teroris menyerang kantor majalah satire Charlie Hebdo di siang hari bolong. Akibat penyerangan tersebut, 12 orang tewas.

Kejadian memilukan itu menimbulkan simpati banyak orang. Kampanye untuk menyatakan simpati kepada majalah kontroversial itu menyeruak di media sosial dengan hastag #Je suis Charlie (Saya Charlie).

Bintang NBA kelahiran Prancis Nicolas Batum juga turut prihatin atas pembantaian 12 orang di kantor Charlie Hebdo tersebut. Batum sengaja memakai kaos hitam bertuliskan Je suis Charlie saat pemanasan jelang laga Portland Traiblazers melawan Miami Heat, Jumat (9/1/2015) pagi WIB.
http://cdn1-e.production.liputan6.static6.com/medias/792482/big/037398900_1420784636-B63_xBtCQAAGhqK.jpg
Penyerangan terhadap majalah Charlie Hebdo terjadi Rabu 7 Januari 2015 pukul 11.20 waktu setempat. Total 12 orang tewas dalam teror tersebut, termasuk pemimpin Redaksi Stephane Charbonnier atau yang dikenal dengan nama pena, Charb, serta sejumlah kartunis senior andalan majalah itu. Dua petugas kepolisian juga menjadi korban serbuan maut ini.

Hingga berita ini diturunkan polisi Prancis masih memburu para pelaku penembakan. Polisi merilis foto dua pria yang diduga sebagai pelaku teror yakni Cherif Kouachi dan Said Kouachi. Pelaku mengaku dari Al-Qaeda.

Teror ini bukan yang pertama kali dilancarkan ke Charlie Hebdo. Kantor majalah itu sebelumnya sempat dilempar bom molotov pada 2011, sehari setelah menerbitkan karikatur yang menyinggung kelompok agama tertentu. Pasca-teror tersebut, Charb juga mendapat ancaman pembunuhan beberapa kali.

Majalah tersebut disebutkan pernah memuat lelucon yang dinilai menyinggung penganut ajaran Islam, Kristen, dan Yudaisme.

Selama ini majalah Charlie Hebdo dikenal sering memicu kontroversi dengan artikel maupun kartun bernada satire atau menyindir pemimpin politik maupun menyenggol masalah-masalah yang sensitif bagi umat beragama.

Tweet terakhir mereka menyindir Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin ISIS -- kelompok militan yang merajalela di Suriah dan Irak.

Langkah Batum sendiri menurut berita lansiran Les Parisien bukan memperlihatkan dukungan terhadap kelompok tertentu tapi semata memperlihatkan rasa simpatinya karena insiden tersebut pada akhirnya memakan korban jiwa.

Pada cabang sepak bola, FIFA sebagai pihak otoritas memberlakukan larangan agar pemain tidak memakai lapangan dalam pertandingan resmi  sebagai panggung untuk menyatakan simpati lewat pemakaian kaus luar dan dalam dengan tulisan tertentu guna menghindari polemik seperti ini, namun NBA punya kebijakan lain.

Semoga semua berakhir damai dalam semangat sportivitas olah raga.

Baca Juga

Madrid Ikut Buru Messi?

Sneijder Ngotot Pindah ke Juventus

Jadwal Siaran Langsung Bola Akhir Pekan Ini

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Manchester United Tergiur Pemain Gratisan yang 3 Kali Main di Piala Dunia 2026

Thomas, DarojatunTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan