Kisah Inzaghi Ketika Ditunjuk Jadi Pelatih Milan

Inzaghi secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih Milan pada 9 Juni 2014. Dia menggantikan peran Clarence Seedorf.

Diterbitkan 13 Oktober 2014, 00:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Milan - Filippo Inzaghi menceritakan secara detail ketika dirinya ditunjuk Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi untuk melatih Riccardo Montolivo dan kawan-kawan.

Pria berusia 41 tahun tersebut secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih Milan pada 9 Juni 2014. Dia menggantikan peran Clarence Seedorf.

"Pada malam 31 Mei, kata-kata Presiden sangat berarti bagi saya. Saat tiba di rumahnya, perkataan yang dikeluarkan dia terealisasi. Sungguh sangat indah," kata Inzaghi, dikutip dari Football Italia.

"Kami makan malam dan menonton acara televisi lokal. Saya sangat ingat dengan baik, kejadian ini terjadi ketika Montolivo sedang cedera," dia menyambung.

Sejak resmi ditunjuk menjadi pelatih Milan, kehidupan Inzaghi mengalami perubahan. Dia sudah tidak memiliki waktu untuk beristirahat.

"Saya sudah tidak pernah mempunyai waktu bersantai. Hal pertama yang saya lakukan setelah tiba di Milan adalah bekerja dari pagi hingga malam. Saya berdiskusi banyak hal dengan staff di Milan," jelas pria yang lahir di Piacenza, Italia.

Masih kata Inzaghi, dirinya merasa sangat beruntung bisa melatih salah satu klub yang penuh sejarah di Italia dan Eropa tersebut.

"Saya beruntung bisa melatih tim yang saya cintai. Melatih Milan adalah impian saya. Kami berharap bisa membawa tim ini ke tingkat yang lebih tinggi," dia menyudahi.

Baca Juga:                                                                                                                                    

Timnas U-19 Gagal ke Piala Dunia, Evan Dimas Minta Maaf

u-19-di-afc-cup-u-19-sudah-diprediksi">Kegagalan Timnas U-19 di AFC Cup U-19 Sudah Diprediksi

Gagal di AFC Cup U-19, Indra Sjafri: Indonesia Harus Bersyukur

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kreativitas Manchester United dan Sebuah Perbedaan Besar Setelah Jeda

Cakrayuri Nuralam, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan