Belanda Lolos, Pantai Gading Kalah Terhormat

Pantai Gading tersingkir. Tetapi mereka telah memberikan perlawanan yang takkan terlupakan oleh pasukan Marco van Basten. Dunia pun tahu, seandainya mereka tidak berada di grup neraka itu, satu tempat di babak kedua layak mereka terima.

Diterbitkan 17 Juni 2006, 01:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Grup C memang benar-benar grup neraka. Argentina, Belanda, Pantai Gading, dan Serbia & Montenegro telah membuktikannya. Setelah pertandingan Belanda versus Pantai Gading, Serbia & Montenegro terpaksa harus pulang lebih dahulu, apalagi setelah mengetahui Pantai Gading akhirnya tumbang di tangan Belanda. Kemenangan Belanda itu juga memastikan Tim Oranye dan Tim Tango menjadi wakil Grup C, meski penentuan siapa yang menjadi juara grup masih harus menunggu partai terakhir antara dua raksasa tersebut.

Pantai Gading, meski akhirnya menyerah 1-2 di tangan Belanda, bukanlah sebuah tim yang pantas untuk pulang lebih cepat. Mereka hanya ‘sial’ harus berada di grup itu. Seandainya saja Didider Drogba berada di grup lain, mungkin kesempatan mereka untuk lolos ke babak kedua jauh lebih besar. Pasukan Henri Michel itu telah membuktikannya. Argentina yang menjadi lawan mereka di pertandingan pertama, harus berkeringat terlebih dahulu untuk meraih poin tiga. Begitupun dengan Belanda.

Pasukan Marco van Basten itu bahkan hampir saja mengalami nasib buruk. Paling tidak, meskipun mereka akhirnya lolos ke babak kedua, Arjen Robben dkk harus mengakui bahwa lawan mereka bukanlah sebuah tim yang mudah ditaklukkan, meski datang sebagai tim debutan. Pantai Gading benar-benar melakukan perlawanan frontal, dan membuat Edwin van der Saar yang menjaga gawang Belanda harus pontang-panting mempertahankan keunggulan timnya.

Belanda memang unggul lebih dahulu di babak pertama. Robin van Persie menjadi arsitek gol pertama Belanda di menit ke-21. Pemain Arsenal itu berlari membawa bola ke jantung pertahanan Pantai Gading. Aksinya yang membahayakan memaksa pemain Pantai Gading, yang tak lain dari koleganya di Arsenal, Kolo Toure harus menjatuhkannya. Wasit Julian Oscar Ruiz Acosta pun menghadiahi tendangan bebas bagi Belanda yang langsung diambil oleh Van Persie sendiri. Dan tendangan volinya yang melewati pagar hidup pemain belakang Pantai Gading, mengarah ke sudut kanan gawang Jean-Jaques Tizie. Tizie bisa membaca arah bola, tetapi tak bisa menahannya.

Selang empat menit kemudian Arjen Robben, me

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

mbuat aksi gemilang, ia berhasil mengecoh empat pemain Pantai Gading yang mengelilinginya. Saat itulah ia melihat posisi Ruud van Nistelrooy tak terjaga di sisi pertahanan Pantai Gading. Robben memberikan bola kepada Nistelrooy yang lolos dari perangkap offside, dan tendangannya berhasil memperdaya Tizie untuk yang kedua kalinya.Tertinggal 2 gol tak membuat anak-anak Pantai Gading menyerah. Sebaliknya, serangan-serangan yang dibangun dua striker mereka, Drogba dan Bakari Kone cukup merepotkan barisan pertahanan Belanda yang dikomandoi oleh Giovanni van Bronkhorst. Menit ke-32 misalnya, Drogba melakukan aksi individu yang menawan, dalam pengawalan dua pemain belakang Belanda, ia berhasil mencungkil bola dengan membelakangi gawang Van Der Saar, sayangnya, bolanya tak jatuh sempurna dan langsung dihalau ke luar lapangan oleh Ooijer.Akhirnya, perjuangan Kone dkk membuahkan hasil di menit 38. Bakari Kone melakukan aski individu yang menawan, ia membawa bola dari tengah lapangan, melewati dua pemain Belanda dan melakukan tendangan keras ke arah sudut kanan gawang Van Der Saar. Kiper Manchester United itu tak berhasil menghalaunya, gawangnya kebobolan untuk pertama kalinya di ajang Piala Dunia kali ini.Memasuki babak kedua, pertahanan Belanda digempur habis-habisan oleh Drogba dibantu oleh gelandang-gelandang baru yang dimasukan Michel di babak kedua dan striker pengganti Kone, Aruna Dindane. Tetapi pertahananan Belanda yang rapat plus gemilangnya penampilan Van Der Saar membuat perjuangan Pantai Gading untuk –paling tidak—menyamakan kedudukan, tak membuahkan hasil. Hingga peluit tanda pertandingan usai ditiup, hasil tetap 2-1 untuk Belanda.Drogba harus mengakhiri penampilannya di Piala Dunianya yang pertama. Bukan saja karena Pantai Gading gagal meraih poin, tetapi juga karena ia mendapatkan kartu kuning kedua yang membuatnya kehilangan kesempatan tampil melawan Serbia & Montenegro, dalam sebuah laga yang tak berpengaruh lagi bagi keduanya. Meski demikian perjuangan anak-anak Afrika itu pastut diberi acungan jempol. Setidaknya, mereka telah berhasil menunjukkan pada dunia, bahwa mereka bukanlah tim yang bisa dipandang remeh.Susunan Pemain:Belanda: E. Van der Sar, J. Heitinga (45, K. Boulahrouz (KK)), A. Ooijer, J. Mathijsen (KK), G. Van Bronckhorst, W. Sneijder (50, R. Van der Vaart), M. Van Bommel (KK), P. Cocu, R. Van Persie, A. Robben (KK), R. van Nistelrooy (73, D. Landzaat)Pantai Gading: J. Tizie, E. Eboue, K. Toure, A. Meite, A. Boka (KK), D. Zokora (KK), G. Toure, N. Romaric (61, G. Yapi Yapo), A. Kone (73, K. Akale ), B. Kone (62, A. Dindane), D. Drogba (KK)

Halaman
Show All
Tim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan