Dividen BUMN Tak Disetor ke Negara, tapi Buat Investasi Danantara

COO Danantara Dony Oskaria menuturkan, pihaknya akan memakai dividen buat investasi.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 20:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menegaskan tidak ada rencana penyetoran dividen BUMN ke kas negara. Seluruh dividen akan diatur oleh Danantara untuk diinvestasikan.

Dia mengatakan, investasi dividen dikelola melalui Danantara Investment Management (DIM) sementara pengelolaan BUMN dilalukan oleh Danantara Assets Management (DAM) di bawah kendalinya.

"Kan memang Danantara itu dividennya diinvestasikan. Memang demikian, dalam makanya ada DAM, ada DIM. Dividen itu diinvestasikan oleh Pak Pandu (Pandu Sjahrir/CIO Danantara). Memang demikian, kan begitu Danantara itu," ungkap Dony di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Dia mengatakan seharusnya tidak ada rencana dividen disetor ke kas negara setelah lahirnya Danantara. Senada dengan Menteri Keuangan Suahasil Nazara, menurutnya Danantara bekerja beriringan dengan APBN.

"Seharusnya memang gak ada rencana itu ya. Jadi, karena kan Danantara itu memang tadi Pak Menteri Keuangan menyampaikan-kan itu, menjadi saham berdua kan antara APBN dan Danantara, dua-duanya menjadi engine of growth," ucap dia.

"Ada yang dibiayai oleh APBN yang tadi, yang basic Intrastructure, kesehatan, dan lain sebagainya. Ada yang di Danantara. Pada dasarnya dua duanya negara. Kan jadi Danantara itu 100% punya negara bukan punya orang lain sama aja gitu," sambung Dony.

Dividen BUMN Tak Masuk APBN

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara memastikan Danantara tidak akan menyetorkan dividen ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2026 dan 2027. Pasalnya, dividen dari lembaga tersebut belum diperhitungkan sebagai penerimaan negara dalam kedua tahun anggaran tersebut.

Meski demikian, pemerintah tidak hanya melihat kontribusi Danantara dari besaran dividen yang disetorkan ke negara. Suahasil menilai kinerja Danantara juga dapat diukur dari kemampuan lembaga tersebut mengoptimalkan aset yang dikelola untuk mendorong aktivitas ekonomi dan menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

"Saat ini saya bekerja dengan APBN 2026 yang tidak ada dividen Danantara. Saat ini saya juga bekerja mempersiapkan APBN 2027 yang tidak ada dividen Danantara di situ, tidak tercatat,” ujar Suahasil di Jakarta, Kamis pekan ini.

 

Kontribusi Aset Danantara

Menurut dia, aset yang dikelola Danantara dapat memberikan kontribusi melalui berbagai proyek dan aktivitas ekonomi. Salah satunya dengan mendorong penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan produksi barang dan jasa.

Selain itu, aktivitas Danantara diharapkan mampu menghubungkan investasi dengan pihak swasta sehingga memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian nasional.

"Bagaimana Danantara yang bekerja lebih keras, Danantara yang bekerja dengan aset yang sedemikian besar kemudian membantu menyelesaikan masalah-masalah di tengah masyarakat, menyerap tenaga kerja, membangun produksi barang dan jasa, menghubungkan dengan investasi dari pihak swasta dan kemudian mensejahterakan masyarakat Indonesia,” katanya.

Dengan demikian, pemerintah berharap Danantara tidak hanya berorientasi pada penerimaan dividen, tetapi juga mampu mengoptimalkan aset yang dimiliki agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6