Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa belum memastikan kapan penerapan cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) bakal diberlakukan. Menurutnya, pemerintah masih mempertimbangkan dinamika dan kondisi ekonomi nasional sebelum menarik pungutan tersebut.
Purbaya menilai kebijakan cukai MBDK idealnya diterapkan saat kondisi perekonomian sudah cukup solid agar tidak menambah beban aktivitas ekonomi maupun masyarakat.
"Kalau ekonomi lagi morat-marit, ngapain saya pajakin? Tapi kalau sudah kuat, saya akan taruh itu," tegas Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (7/9/2026).
Advertisement
Ia menjelaskan, ketika perekonomian sedang tertekan, pemerintah justru seharusnya memberikan insentif atau subsidi. Oleh karena itu, mengenakan jenis pajak atau cukai baru di tengah situasi sulit dianggap bertentangan dengan upaya pemulihan ekonomi.
"Kalau lagi susah saya pajakin, makin lambat ekonomi. Saya mesti kasih subsidi atau insentif lagi, sama saja," lanjutnya.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah memiliki fleksibilitas penuh untuk mengukur dan menyesuaikan momentum penerapan cukai MBDK dengan perkembangan ekonomi nasional.
"Nanti saya ukur. Saya ukur. Jadi itu fleksibel sekali," ucapnya.
Sebelumnya, rencana penerapan cukai MBDK sempat disampaikan oleh Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal dalam rapat pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.
Purbaya Pede Tax Ratio Bisa Capai 11%
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380907/original/068444200_1760438140-men9.jpg)
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk mendorong peningkatan rasio pajak (tax ratio) hingga mencapai 11%. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan sistem perpajakan hingga penguatan penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai.
Purbaya mengatakan pemerintah telah melakukan pembenahan di berbagai lini penerimaan negara, termasuk dengan memperkuat digitalisasi sistem perpajakan serta perbaikan di sektor bea cukai.
“Kita kan sudah obrak-abrik itu Bea Cukai, pajak digitalisasi kita aktifkan, dan kita harapkan ekonominya tumbuh lebih cepat daripada tahun lalu sehingga income-nya juga naik,” kata Purbaya kepada wartawan usai sidang Satgas Debottlenecking, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, kinerja penerimaan negara juga mulai menunjukkan perbaikan dalam beberapa waktu terakhir. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan penerimaan pajak serta bea cukai yang berbalik positif setelah sebelumnya sempat tertekan.
“Sekarang sudah tumbuhnya 30 persen, pajak. Bea Cukai Januari tadinya negatif sekarang sudah positif 7 persen. Jadi ada harapan kalau kita jaga terus ini walaupun ada gejolak di pasar global,” ujarnya.
Pemerintah berharap tren perbaikan tersebut dapat terus dijaga seiring dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan aktivitas ekonomi dinilai akan turut mendukung kenaikan penerimaan negara sehingga target tax ratio dapat tercapai.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4862795/original/084121900_1718280170-Gunung_anak_krakatau_cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342121/original/053138400_1788753122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-07T104558.832.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339925/original/070710100_1788435101-HOAX__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7898267/original/021588900_1780727716-images.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574947/original/078625800_1778002353-IMG_3369.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5383135/original/032012200_1760622391-IMG_8063.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453611/original/095026200_1766482769-82fef968-9e62-4473-a3bf-f5a931b5c7f3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305868/original/084134900_1784806171-email-attachment_2026_07_23_ariefhakim-at-klyid_menkeu-purbaya-belum-tentukan-pfii-berdiri-di-lahan-bumn_1000385986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541898/original/065702400_1774924493-IMG_8482.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339447/original/025074400_1788415761-email-attachment_2026_09_03_ariefhakim-at-klyid_bos-bi-singgung-kekuatan-ri-meski-pertumbuhan-ekonomi-kalah-dari-vietnam_1000428806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)