Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat ada 43 titik perlintasan sebidang yang berisiko tinggi. Angka itu sebagian kecil dari total 1.214 titik perlintasan sebidang di seluruh wilayah Indonesia.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba memetakan sebanyak 1.214 titik perlintasan sebidang. Dari situ, terdapat 43 lokasi dengan kategori risiko tinggi, 630 risiko sedang, 538 risiko rendah, serta tiga kategori sangat rendah.
“Pemetaan risiko membuat penanganan dapat disusun berdasarkan kondisi lapangan. Karakter lalu lintas jalan, status perlintasan, lingkungan, dan intensitas perjalanan kereta berbeda pada setiap lokasi,” kata Anne, mengutip keterangan resmi, Senin (21/8/2026).
Advertisement
Risiko keamanan pada perlintasan sebidang ini dinilai perlu jadi perhatian. Lantaran, data UN-Habitat menunjukkan kecelakaan jalan masih merenggut sekitar 3.260 jiwa setiap hari secara global, sementara meningkatnya mobilitas perkotaan menuntut sistem transportasi yang lebih aman, inklusif dan terintegrasi.
KAI tak tinggal diam. Perusahaan menetapkan 190 titik prioritas peningkatan keselamatan perlintasan sebidang pada 2026 di sembilan Daop dan empat Divre. Program ini mencakup gardu, rambu, alat keselamatan dan komunikasi, SDM penjaga perlintasan tersertifikasi, serta tahapan pemasangan pintu perlintasan.
KAI bersama pemangku kepentingan lainnya juga telah menutup 172 lokasi perlintasan sebidang yang masuk target program. “Semakin tinggi intensitas perjalanan, semakin besar kebutuhan terhadap disiplin operasi, pengelolaan risiko, kesiapan SDM, teknologi, infrastruktur, dan kolaborasi di sepanjang jaringan,” tegas Anne.
Perlu Disiplin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336867/original/036351200_1788188524-1000426166.jpg)
Anne menerangkan, KAI menyiapkan sistem keamanan seperti digitalisasi pengelolaan infrastruktur hingga modernisasi saran. Namun, langkah pengamanan juga perlu didukung oleh disiplin pengguna jalan.
“Teknologi dan fasilitas memberikan lapisan perlindungan. Disiplin pengguna jalan, kepatuhan terhadap rambu dan koordinasi antarinstansi melengkapi lapisan tersebut,” ujar Anne.
“World-class railway dimulai dari kemampuan tumbuh dengan aman. Ketika jumlah perjalanan meningkat, standar pengelolaan risiko juga harus semakin matang,” tutup Anne.
Benahi 190 Perlintasan Sebidang
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau disebut KAI terus mempercepat program peningkatan keselamatan pada perlintasan sebidang. Hingga 25 Agustus 2026, sebanyak 145 dari 190 titik prioritas peningkatan keselamatan telah direalisasikan atau mencapai progres 77,37 persen. Program ini mencakup pembangunan dan pemasangan fasilitas keselamatan, rumah penjaga, rambu, alat keselamatan, serta perangkat komunikasi.
Advertisement
Peningkatan Keselamatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5248275/original/011028300_1749574545-IMG-20250610-WA0038.jpg)
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menuturkan, peningkatan keselamatan perlintasan sebidang menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api sekaligus masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur kereta api.
"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api. KAI terus melakukan berbagai langkah peningkatan keselamatan melalui pembangunan fasilitas pendukung, penguatan penjagaan, serta kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang,” kata Bobby dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (29/8/2026).
Bobby menuturkan, penanganan perlintasan sebidang dilakukan berdasarkan pemetaan kondisi dan tingkat kebutuhan di lapangan. "Setiap lokasi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penanganannya dilakukan secara terukur agar peningkatan keselamatan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bobby.
Masih Ada Tanpa Penjagaan
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menuturkan, berdasarkan pemetaan yang dilakukan KAI, terdapat 3.674 perlintasan sebidang di wilayah operasional KAI yang terdiri atas 1.864 perlintasan dijaga, 907 perlintasan tidak dijaga, dan 903 perlintasan tidak terdata/tidak dijaga. Dari jumlah tersebut, terdapat 1.810 perlintasan yang menjadi fokus penanganan peningkatan keselamatan.
"Sebagai langkah awal penanganan, KAI telah melakukan verifikasi terhadap 1.638 perlintasan sebidang. Hasil verifikasi tersebut menetapkan 1.404 perlintasan sebagai target peningkatan keselamatan berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan,” ujar Anne.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552691/original/021118100_1775819655-Dedi_Mulyadi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333506/original/017979900_1787792443-ev9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336866/original/043456600_1788188523-1000426169.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4308521/original/001589900_1675144952-20230131-TvBoy-Perang-Ukraina-AP-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336825/original/055432200_1788182174-WhatsApp_Image_2026-08-31_at_17.31.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336760/original/093981300_1788175253-13760.jpg)