Liputan6.com, Jakarta - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat, 24 Juli 2026 akan memberlakukan tarif baru 10% dan 12,5% pada barang-barang dari 60 mitra dagang, termasuk Indonesia dan Uni Eropa. Penerapan tarif baru itu atas tuduhan kerja paksa. Selain itu, penerapan tarif baru ini tepat ketika tarif global sementara 10% berakhir.
Mengutip Yahoo Finance, Jumat, (24/7/2026), langkah ini merupakan upaya terbaru Gedung Putih untuk mengembalikan visi kampanye Presiden Trump tentang tarif setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Februari membatalkan bea masuk timbal balik sebesar 10%-50% yang diberlakukan tahun lalu. Hal ini berdasarkan undang-undang keadaan darurat nasional untuk mencoba mengurangi defisit perdagangan AS.
Tarif baru tersebut, yang diumumkan pada Kamis dalam pemberitahuan Federal Register, akan mencakup 99,4% impor AS, tetapi mencakup banyak pengecualian produk, seperti minyak dan gas, pupuk, dan beberapa barang makanan.
Advertisement
Dikenakan berdasarkan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974, bea masuk baru ini memungkinkan pemerintah untuk mempertahankan tarif minimum pada hampir semua impor AS meskipun ada kemunduran dari Mahkamah Agung. Tarif ini juga kemungkinan akan menghadapi risiko hukum yang lebih rendah daripada yang dibatalkan pada bulan Februari, karena Pasal 301 telah lolos dari tantangan pengadilan sebelumnya.
Trump menanggapi putusan Mahkamah Agung bulan Februari dengan memberlakukan tarif sementara 10% selama 150 hari yang berakhir pada pukul 12:01 pagi EDT pada hari Jumat (04.01 GMT). Bea masuk baru akan berlaku pada saat yang sama persis, dengan barang dalam perjalanan dikecualikan hingga pukul 12:01 pagi EDT pada tanggal 28 Juli.
"Amerika Serikat telah memiliki larangan impor barang dengan tenaga kerja paksa selama hampir satu abad, dan secara ketat menegakkannya. Sudah saatnya mitra dagang kita melakukan hal yang sama," kata Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer dalam sebuah pernyataan dikutip dari Yahoo Finance.
"Tindakan hari ini akan mulai memperbaiki apa yang merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan praktik perdagangan yang mendistorsi untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di mana pun,” demikian dikutip dari laporan Yahoo.
Deretan Negara Kena Tarif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5260758/original/082226600_1750637319-Untitled.jpg)
Greer sebelumnya telah berjanji untuk negara-negara yang telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Washington yang membatasi tarif AS, bea masuk kerja paksa yang baru tidak akan mendorong mereka melebihi batas tersebut.
Berdasarkan penetapan akhir, AS akan mengenakan bea masuk 10% pada barang-barang dari Argentina, Bangladesh, Inggris, Kamboja, Kanada, Ekuador, El Salvador, Guatemala, Honduras, India, india, Yordania, Malaysia, Meksiko, Pakistan, Sri Lanka, Trinidad dan Tobago.
Uni Eropa, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, dan Swiss diberi tarif yang, jika digabungkan dengan tarif negara yang paling disukai yang sudah ada sebelumnya, akan berjumlah 10% atau 12,5%.
38 negara lainnya diberi tarif 12,5%. Termasuk di antaranya adalah Tiongkok, yang dituduh oleh AS menahan minoritas Uyghur di kamp kerja paksa, yang dibantah oleh Beijing.
Para pejabat pemerintahan Trump telah mengatakan kepada rekan-rekan mereka di China kalau mereka bermaksud untuk kembali memberlakukan tarif pada barang-barang Tiongkok seperti pada masa jabatan kedua Trump, hingga mencapai 20% yang disepakati dalam gencatan senjata perdagangan dengan Presiden China Xi Jinping pada November 2025, tetapi tidak melebihi angka tersebut.
Sebelum tindakan pada Jumat, tarif China telah turun menjadi 10%, tidak termasuk tarif 25% yang diberlakukan selama masa jabatan pertama Trump untuk barang-barang industri.
Advertisement
Protes Negara Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4729966/original/074920500_1706586460-taro-ohtani-5T5zmIqs0AM-unsplash.jpg)
Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide mengatakan, tidak ada dasar untuk tarif ini terhadap Norwegia karena kami sudah memiliki aturan yang jelas yang bertujuan untuk mencegah perdagangan barang yang diproduksi menggunakan kerja paksa
Australia dan Brasil menyebut tarif baru tersebut tidak beralasan dan mengatakan mereka akan berupaya agar tarif tersebut dicabut, sementara Kanada, yang pada hari Senin dikenai tarif baru Trump atas barang senilai US$ 20 miliar, memberikan tanggapan yang kurang tegas terhadap tarif "sepihak" tersebut.
"Kami akan terus terlibat secara konstruktif dengan Amerika Serikat dalam masalah ini, serta isu-isu penting lainnya, dalam beberapa minggu mendatang demi kepentingan bersama warga negara kami," ujar Menteri Kanada yang bertanggung jawab atas perdagangan AS, Dominic LeBlanc.
Gubernur Massachusetts Maura Healey, seorang Demokrat, juga mengkritik bea masuk tersebut dalam sebuah pernyataan. Ia menuturkan, bea masuk tersebut akan mengakibatkan biaya yang lebih tinggi, dampak negatif bagi bisnis, dan melemahkan daya saing Amerika. Tidak ada yang mampu menanggung ini.
Pengecualiaan Barang Diperluas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5145255/original/031334600_1740703507-WhatsApp_Image_2025-02-27_at_14.41.58.jpeg)
Banyak barang akan dikecualikan dari bea masuk, termasuk minyak dan gas, pupuk, bahan makanan tertentu, dan barang-barang yang sudah dikenakan tarif keamanan nasional Pasal 232, seperti mobil, baja, aluminium, dan tembaga, kata pejabat tersebut.
Barang-barang lain yang sesuai dengan Perjanjian Perdagangan AS-Meksiko-Kanada juga akan dikecualikan karena rantai pasokan Amerika Utara yang sangat terintegrasi dan tingginya kandungan AS dalam produk-produk tersebut.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305798/original/030195100_1784803071-sri_mulyani_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305541/original/012313500_1784796799-Screenshot_2026-07-23_151441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305988/original/032804700_1784821343-17847910136a61bfe5507fc_WhatsApp_Image_2026_07_23_at_13_32_51__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498488/original/012344400_1770708812-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_2.26.42_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7774570/original/060424200_1780586508-Menteri_Luar_Negeri_Sugiono.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4587859/original/081357500_1695635548-Screenshot-2023-09-24-135412-1695534901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305962/original/007841200_1784813954-GEF_SGP_Indonesia-IPC.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305964/original/089917400_1784814021-17847890106a61b81238d41_WhatsApp_Image_2026_07_23_at_13_31_51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2901439/original/036729000_1567581980-20190903_155509.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304279/original/020059800_1784711508-17846876306a602c0ebb990_WhatsApp_Image_2026_07_22_at_09_16_58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305717/original/097219800_1784800559-1000037255.jpg)