Ruang Kerja Fleksibel Jadi Tren Baru Dunia Pekerjaan

Perusahaan mulai mencari cara yang lebih fleksibel untuk mendukung produktivitas karyawan sekaligus mengelola biaya operasional.

Diterbitkan 28 Juni 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bekerja tidak lagi harus dilakukan dari kantor pusat setiap hari. Seiring berkembangnya pola kerja hibrida, perusahaan mulai mencari cara yang lebih fleksibel untuk mendukung produktivitas karyawan sekaligus mengelola biaya operasional. Perubahan inilah yang mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap ruang kerja fleksibel di berbagai kota di Indonesia.

International Workplace Group (IWG) menilai bahwa transformasi ini akan terus membentuk masa depan dunia kerja. Bagi perusahaan, kantor tidak lagi dipandang semata sebagai lokasi fisik, melainkan bagian dari strategi untuk mendukung produktivitas dan keseimbangan kerja karyawan.

“Cara orang bekerja telah berubah secara fundamental. Bisnis saat ini tidak hanya mencari ruang kantor, tetapi juga fleksibilitas, aksesibilitas, dan kemampuan untuk mendukung produktivitas di mana pun karyawan mereka berada?," ujar Senior Vice President Asia Pacific International Workplace Group (IWG) Lars Wittig, Minggu (28/6/2026).

Salah satu kekuatan utama IWG terletak pada jangkauan operasionalnya yang luas. Dengan lebih dari 4.000 lokasi di berbagai negara, IWG menghadirkan pilihan ruang kerja yang mencakup kawasan pusat bisnis, area sub-urban, hingga kota-kota berkembang.

Jaringan tersebut memungkinkan para profesional dan perusahaan mengakses ruang kerja yang sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa harus terikat pada satu lokasi tetap. Sejak pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 2006, kini IWG sudah memiliki 56 pusat yang tersebar di 9 provinsi di seluruh Indonesia.

Perubahan tersebut dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari meningkatnya adopsi model kerja hibrida, percepatan transformasi digital dan AI, hingga kebutuhan perusahaan untuk mengelola biaya operasional secara lebih efisien. Akibatnya, banyak organisasi mulai mengevaluasi kembali kebutuhan kantor konvensional dan beralih ke model ruang kerja yang lebih fleksibel.

Menurut Lars, kebutuhan akan fleksibilitas lokasi semakin meningkat seiring perubahan pola kerja pasca pandemi. Banyak perusahaan kini mencari cara untuk menghadirkan pengalaman kerja yang lebih dekat dengan tempat tinggal karyawan sekaligus tetap menjaga kolaborasi dan produktivitas.

“Kami melihat bahwa masa depan pekerjaan tidak lagi terpusat pada satu lokasi. Karena itu, kami membangun jaringan yang memungkinkan orang bekerja lebih dekat dengan rumah, klien, atau lokasi yang paling mendukung produktivitas mereka,” tambah Lars. 

 

 

Fleksibilitas Menjadi Kunci

Selain memperluas jaringan, IWG juga mengembangkan berbagai format ruang kerja yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar. IWG menawarkan beragam pilihan, mulai dari ruang kerja premium di pusat bisnis hingga solusi yang lebih ekonomis di lokasi dengan karakteristik berbeda. 

Tidak hanya untuk bisnis, pilihan tersebut juga mencakup solusi bagi individu yang menjalani pekerjaan jarak jauh dan membutuhkan suasana kerja yang lebih kondusif dibandingkan bekerja dari rumah atau tempat umum. Dengan akses ke berbagai lokasi yang tersebar di pusat bisnis, kawasan residensial, hingga area transit, para profesional dapat memilih lingkungan kerja yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, baik untuk fokus bekerja, bertemu klien, maupun berkolaborasi dengan tim.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan bekerja sama dengan berbagai pemilik properti dan mengoptimalkan aset yang tersedia. Bagi IWG, setiap bangunan memiliki potensi yang berbeda untuk dikembangkan menjadi ruang kerja yang relevan dengan kebutuhan pengguna.

 

Melihat Peluang dari Perubahan Pola Pemanfaatan Properti

Perubahan perilaku masyarakat dalam bekerja, belajar, dan berbelanja turut menciptakan peluang baru bagi industri ruang kerja fleksibel. Sejumlah aset properti yang sebelumnya dirancang untuk fungsi tertentu kini mulai mencari cara baru untuk meningkatkan utilisasi dan menciptakan nilai tambah.

IWG melihat peluang tersebut pada berbagai jenis properti, mulai dari pusat perbelanjaan, bangunan komersial yang telah lama beroperasi, hingga area transit seperti bandara. Kehadiran ruang kerja fleksibel di lokasi-lokasi tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan produktivitas tanpa harus kembali ke kantor pusat.

IWG menjelaskan bahwa konsep ruang kerja fleksibel membuka peluang untuk mengoptimalkan berbagai aset properti yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, model tersebut mampu memberikan manfaat lebih luas karena tidak hanya mendukung produktivitas pekerja, tetapi juga berkontribusi terhadap nilai ekonomi bagi pemilik properti dan lingkungan sekitar. 

Konsep tersebut juga sejalan dengan tren pengembangan properti yang semakin berfokus pada pengalaman pengguna. Ruang kerja tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem yang terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6