Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih

Presiden Prabowo menuturkan, peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menjadi tonggak sejarah.

Diterbitkan 16 Mei 2026, 14:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes Merah Putih. Acara peresmian digelar di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu, 16 Mei 2026. 

Prabowo mengatakan, peresmian kali ini jadi tonggak sejarah. Terlebih 1.061 Kopdes Merah Putih yang diresmikan siap beroperasi lengkap dengan sarana dan prasarana tersedia, mulai dari gedung, gudang, truk, hingga mobil pick up. 

"Secara fisik, gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada. Ada truk, pick up, kendaraan tiga roda. Saya kira hari ini cukup penting," ujarnya dalam tayangan virtual, Sabtu (16/5/2026).

Menurut laporan awal yang diterimanya, telah dipersiapkan sekitar 1.300 unit KDKMP untuk diresmikan. Namun setelah dievaluasi, Prabowo memutuskan untuk memilih 1.061 koperasi yang sudah siap beroperasi. 

"Intinya adalah, bahwa kita mendirikan mulai dari konsep sampai terwujud kurang dari 1 tahun. Pembangunan fisik saja dimulainya kurang lebih November 2025. Sampai sekarang berarti 7 bulan," kata dia. 

"Dalam 7 bulan kita bisa operasiomalkan 1.061 koperasi. Tetapi, tadi dilaporkan Menko Pangan, secara fisik yang sudah siap lebih dari 9.000 gedung, 9.000 gudang, 9.000 sistem. Saya kira ini prestasi bagi bangsa Indonesia," ungkapnya. 

Target Resmikan 30.000 Koperasi

Pada kesempatan sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) target sebanyak 30.000 unit Koperasi Desa Merah putih bisa diresmikan sebelum 17 Agustus 2026. 

"Pemerintah menargetkan  30.000 unit lebih KDKMP selesai dibangun dan beroperasi penuh hingga 16 Agustus mendatang," ucap Zulhas. 

Merujuk pada catatannya, ia menyebut per saat ini ada sebanyak 9.294 KDKMP yang bangunan fisiknya telah rampung. Mengacu pada laporan Agrinas Palma Nusantara, jumlahnya bisa bertambah hingga 150-200 unit setiap hari. 

"Untuk memastikan koperasi berjalan dengan baik, pemerintah telah menyiapkan sumber daya manusia. Saat ini sedang dilakukan rekrutmen 30.000 manajer KDKMP, sedang proses seleksi," tuturnya. 

 

 

Prabowo Targetkan 25.000 Koperasi Merah Putih Rampung dalam 3 Bulan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan lebih dari 25.000 Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia dalam waktu tiga bulan. Program ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan secara masif.

"Sebentar lagi kita akan resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih. Kemungkinan, dua tiga minggu lagi. Sesudah itu, dua sampai tiga bulan lagi kita akan resmikan lebih dari 25.000 koperasi," kata Prabowo dalam acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah, dikutip Kamis (30/4/2026).

Presiden menegaskan, koperasi yang dibangun bukan sekadar konsep, melainkan lembaga fisik yang dilengkapi sarana operasional. Setiap unit koperasi nantinya akan memiliki gudang, fasilitas pendingin, hingga kendaraan distribusi.

"Coba dibuka dalam sejarah, saya minta buka dalam sejarah dunia, ada nggak 25 ribu, atau 30 ribu koperasi bisa dibangun dan diselesaikan dalam satu tahun," tegasnya.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan besar dalam mempercepat pembangunan ekonomi berbasis desa.

 

Program Strategis untuk Ekonomi Kerakyatan

Koperasi Merah Putih merupakan program strategis pemerintah yang diluncurkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. Program ini menargetkan pembentukan hingga 80.000 unit koperasi di seluruh Indonesia.

Tujuan utama program ini adalah mendorong kemandirian desa sekaligus mempercepat tercapainya kedaulatan pangan dan energi nasional. Koperasi dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa yang terintegrasi.

Selain itu, koperasi akan berfungsi sebagai agregator ekonomi pedesaan yang didukung sistem digitalisasi dalam tata kelola niaga. Dengan sistem ini, distribusi barang diharapkan menjadi lebih efisien dan transparan.

Pemerintah juga menargetkan koperasi mampu memperkuat posisi petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil dalam rantai pasok nasional.

 

Pangkas Rantai Distribusi dan Tekan Harga

Salah satu fokus utama Koperasi Merah Putih adalah memangkas rantai distribusi pangan yang selama ini dinilai terlalu panjang. Dengan distribusi yang lebih singkat, masyarakat diharapkan dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Selain itu, koperasi juga akan menyediakan berbagai layanan bagi masyarakat, seperti simpan pinjam, penyaluran pupuk, hingga fasilitas cold storage untuk mendukung sektor perikanan.

Keberadaan fasilitas pendukung tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus menjaga stabilitas pasokan di daerah.

Melalui program ini, pemerintah berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6