Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog mencatatkan rekor serapan jagung tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Capaian ini melesat hampir tiga kali lipat dibandingkan serapan tahun lalu.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, serapan jagung Bulog pada 2026 telah mendekati 300 ribu ton. Jumlah tersebut menjadi capaian tertinggi sejak Indonesia merdeka pada 1945.
"Serapan jagung sekarang sudah hampir 300 ribu ton, dan ini juga capaian yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka," kata Rizal di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Advertisement
Ia menjelaskan, capaian tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan total serapan jagung pada 2025 yang hanya mencapai 102 ribu ton.
"Stok Bulog sampai 300 ribu ton jagung itu sudah capaian yang tertinggi, dan tahun lalu hanya mencapai 102 ribu ton," ujarnya.
Dari hasil serapan tersebut, Bulog juga mulai menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung ke berbagai daerah di Indonesia, terutama sentra peternakan ayam dan sektor peternakan lainnya.
Langkah itu dilakukan untuk menekan lonjakan harga jagung di pasar.
"Untuk SPHP jagung sejak kemarin hari Sabtu kami sudah luncurkan ke seluruh Tanah Air. Khususnya di sentra-sentra peternakan ayam maupun peternakan yang lain untuk mengurangi kenaikan harga jagung," tuturnya.
Â
Program SPHP
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4313239/original/090502500_1675469642-panen_raya_jagung_pasirwangi_2.jpg)
Bulog menyiapkan kuota sebanyak 240 ribu ton jagung untuk program SPHP dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 5.500 per kilogram.
"240.000 ton untuk SPHP jagung sudah. Harganya Rp 5.500 per kilonya, sesuai dengan HET," kata Rizal.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Bulog melakukan pengadaan minimal satu juta ton jagung pipilan kering pada 2026 guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung swasembada jagung.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah Tahun 2026-2029 yang diteken pada 25 Maret 2026.
Dalam aturan itu, pemerintah menargetkan pengadaan jagung pipilan kering minimal 1 juta ton dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp5.500 per kilogram di tingkat petani. Selain itu, Bulog juga mendapat tugas melakukan pengolahan dan pengelolaan cadangan jagung pemerintah sesuai standar kualitas yang ditetapkan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1466236/original/078346500_1509797668-WhatsApp_Image_2017-11-04_at_19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1977939/original/040761200_1520588212-Jagung-5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3246/original/023028100_1470665987-kecil.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504503/original/041176000_1782425341-063_2283330296.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504502/original/063769000_1782425340-000_B8CR3CG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263472/original/073317600_1781931669-AP26171138768328-Paraguay_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258126/original/033474700_1781320271-063_2281315144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263981/original/061969400_1782040041-063_2282521575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259732/original/038298000_1781511216-000_B7396ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260144/original/013036700_1781578034-AP26166147695589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257463/original/069984400_1781243788-Direktur_Utama_Perum_Bulog_Ahmad_Rizal_Ramdhani-12_Juni_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510647/original/041616400_1771834228-1000242858.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563782/original/081485100_1776917003-1000297302.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2752322/original/006653200_1552644717-20190314-Hiruk-Pikuk-Petani-Gorontalo-Sambut-Musim-Panen3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7617354/original/030596700_1780403789-cek_fakta_-_bulog.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5355545/original/056903800_1758342681-f4ce2b1a-5eb7-4948-b75d-17f8554c5a58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7550610/original/041293200_1780326732-1000335504.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4568442/original/087912500_1694165419-20230908-Harga_Gabah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6099194/original/053105600_1778985190-IMG_3679.jpeg)