Bertemu Purbaya, Menperin Bocorkan Nasib Insentif Kendaraan Listrik

Pemerintah tengah mematangkan skema insentif untuk kendaraan listrik. Hal tersebut terungkap pada usai pertemuan Menperin Agus Gumiwang dan Menkeu Purbaya.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 12:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan pemerintah tengah mematangkan skema insentif untuk kendaraan listrik dalam pertemuannya dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan stimulus yang tidak hanya mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga berdampak pada penghematan energi dan penguatan ekonomi nasional.

““Kalau memang pemerintah memberikan insentif untuk motor atau mobil listrik, ini semakin relevan. Semakin relevan kalau ketika dulu sebelum ada pelajaran yang harus kita ambil, kita mengenalkan kebijakan yang lebih kepada penggunaan kendaraan listrik itu untuk dalam rangka pengurangan emisi, sekarang ada yang lebih penting dari itu,” ujar Agus kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan insentif kendaraan listrik kini memiliki urgensi yang lebih luas dibanding sebelumnya. Selain untuk menekan emisi, langkah tersebut juga dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini membebani anggaran subsidi.

“Itu agar kita lebih banyak mengurangi penggunaan BBM, artinya bisa mengurangi subsidi,” katanya.

Di sisi lain, insentif juga diarahkan untuk memperkuat struktur industri dalam negeri, termasuk menjaga keberlangsungan tenaga kerja di sektor manufaktur yang terkait dengan ekosistem kendaraan listrik.

“Dan yang ketiga yang juga tidak kalah pentingnya insentif atau stimulus itu memang harus atau dalam rangka untuk memperkuat industri kita sehingga tenaga kerja kita bisa juga terlindung,” jelas Agus.

 

Skema dan Besaran Insentif

Terkait skema dan besaran insentif, Agus menyebut hal tersebut masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian, dengan opsi yang beragam mulai dari subsidi langsung, insentif fiskal, hingga dukungan berbasis konversi energi. 

Ia juga mengindikasikan bahwa arah kebijakan akan diselaraskan dengan prioritas penguatan ekonomi nasional, sementara detail mekanisme, waktu implementasi, dan nilai insentif masih menunggu keputusan akhir pemerintah.

“Kapan ev mau diberikan insentif bagaimana bentuk insentifnya? Skemanya seperti apa? Mungkin bisa dibicarakan langsung dengan Menteri Keuangan. Tapi memang tadi salah satu yang dibicarakan itu. Dari beberapa isu, beberapa perihal, beberapa hal yang dibicarakan antara mereka yang berdua salah satunya,” pungkasnya. 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6