PHE Catat Produksi Minyak 1 Juta BOEPD Sepanjang 2025

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan total produksi sebesar 1 juta barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/BOEPD) sepanjang 2025.

Diterbitkan 10 April 2026, 13:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan total produksi sebesar 1 juta barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/BOEPD) sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, produksi minyak perseroan mencapai 557.000 barel per hari.

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE, Edy Karyanto, menjelaskan bahwa sekitar 396.000 barel produksi minyak berasal dari operasional domestik, sementara sekitar 157.000 barel sisanya disumbang aset internasional PHE yang berada di sejumlah negara.

"Nah di antara itu adalah ada 400 sebenarnya dari domestik, itu adalah produksi dari SHO yang dari domestik. Karena nanti 157 itu kita datang dari luar negeri yang kita punya tadi ada Malaysia, Iraq, ada kita punya Aljazair," ujarnya dalam Media Gathering Subholding Upstream 2026 di Kota Batu, Kamis (9/4/2026).

Secara keseluruhan, PHE berkontribusi sekitar 69% terhadap total produksi minyak nasional. Untuk gas, perusahaan mencatat produksi sebesar 2,8 billion cubic feet per day (BCFD), setara 32% hingga 35% dari total lifting gas nasional yang berkisar 5,5 BCFD.

Aktivitas operasional perusahaan sepanjang 2025 juga tergolong agresif, tercermin dari pengeboran 20 sumur eksplorasi dan 886 sumur eksploitasi. Selain itu, PHE melaksanakan 1.288 pekerjaan workover (WO) dan 37.000 well service well intervention.

 

Investasi Besar

Edy menilai investasi besar yang digelontorkan perusahaan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi migas, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.

"Tentu juga tidak hanya efek dari tambahan produksi tapi juga bergulirnya ekonomi, karena spending investasi yang besar akan memberikan suatu impact pada perekonomian, GDP akan semakin naik, pergerakan ekonomi semakin naik, dan seterusnya," pungkasnya. 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6